Surat singkat untuk Pak Ahok


Mungkin surat ini bukan hanya untuk pak Ahok saja, namun untuk setiap Murid Kristus yang sedang berjuang menuju kepada keserupaan dengan Kristus.

Bahwa Yesus Kristus adalah sebagai pusat dalam kehidupan kita sehari-hari. Artinya setiap aspek hidup kita harus direferensikan dengan apa yang telah dilakukan Kristus dan telah diajarkanNya pada masa lalu yang tertulis didalam Alkitab.

Saya sangat salut dengan apa yang Bapak Ahok sudah lakukan untuk Jakarta, untuk Indonesia pada akhirnya. Pemberantasan korupsi, penegakkan hukum, transparansi birokrasi, kesejahteraan rakyat dan masih banyak lagi yang bapak sudah lakukan untuk bangsa ini.

Meskipun Bapak masih dianggap kafir dan cina oleh sebagian orang yang tidak suka dengan Bapak, namun Tuhan lebih melihat hati. Siapa yang bisa dekat dengan diri kita bahkan lebih dekat daripada kulit kita. Dialah Tuhan yang menciptakan kita. Dia yang tahu bagaimana hati Bapak Ahok yang sebenar benarnya.

Kejadian yang baru dan sedang menimpa Bapak, berupa dugaan penistaan ayat kiranya dapat bapak pakai sebagai acuan dalam kehidupan Pak Ahok mendatang. Percayalah bahwa Tuhan tetap berkarya melalui kekhilafan yang bapak alami. Seperti Daud meskipun beliau khilaf dan jatuh dalam dosa “berat” namun Allah tetap memakai dia untuk mewujudkan karyaNya. Jika Allah hendak berkarya maka Dia “mengejar” sampai jadi apa yang sudah dirancangNYA.

Namun pak Ahok, marilah kita bersama sama meneladani Kristus dalam hidupNya. Khususnya dalam hal kemarahan.  Seperi kita orang percaya tahu bahwa sepanjang karyaNya yang hanya 3,5 tahun, Yesus hanya marah satu kali saat di Bait Allah. Tentu Bapak masih ingat bukan? Ini saya tafsirkan bahwa kemarahan tidak dilarang oleh Tuhan tetapi hanya untuk sesuatu yang sangat sangat urgen. Saat itu Yesus marah karena Bait Allah dipakai untuk berdagang oleh orang orang yang hendak mengambil keuntungan dari jalannya ibadah. Ini tentunya bisa bapak jadikan acuan bahwa dibandingkan kemarahan maka Yesus lebih banyak melakukan sesuatu yang lemah lembut, rendah hati, tidak frontal. Saya yakin bahwa bapak lebih tahu banyak ayat ayatnya.

Saya sudah sangat senang ketika mendengar bapak banyak berubah saat masa kampanye ini. Doa dan harapan saya kedepan bapak semakin mengubah karakter bapak agar serupa dengan Kristus. Percayalah pak bahwa didalam Yesus tidak ada yang mustahil.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s