Simple Miracles, pemikiran yang mencerahkan


Sebuah catatan kecil setelah membaca buku Simple Miracles, meski baru setengah buku

Membaca judulnya Simple Miracles- doa dan arwah mulanya aku merasa merinding dengan judul itu, tetapi kalau penulisnya Ayu Utami tentu merindingnya menjadi sangat sangat logis hahaha. Ternyata buku ini buku yang luar biasa, bagiku pemahaman tentang roh, orang mati, cenayang sudah sering kubaca baik melalui surat kabar yang dulu semasa kecil aku suka membacanya yaitu Buana Minggu ( Anda yang belia mungkin tidak pernah tahu Koran itu ), atau percakapan percakapan dengan teman yang sama sama menyukai dunia roh. Tetapi untuk dunia roh yang ditulis oleh Ayu Utami, ya baru kali ini terkumpul dalam sebuah buku kecil. Konsistensi peristiwa dan logika mengalir sangat enak dibaca.  Jujur saya baru membaca sempai setengah buku nya, saya memperolehnya setelah kali kedua melihat buku itu. Itupun bukan di Gramedia seperti biasanya aku suka membeli buku. Tetapi justru di Toga Mas saat aku sebenarnya hendak mencari agenda, barangkali ada roh yang menyuruh aku membelinya disana.

Seri spiritual kritis Ayu Utami ini nampaknya adalah buku pertama yang dia tulis, saya sih berharap aka nada seri lainnya mengingat ada kata “seri” disana. Menceritakan dengan lugas dari sudut pandangnya tentang roh, melalui berbagai pengalaman yang dialami oleh beberapa orang yang ia jumpai, juga melalui pengalaman yang ia temui sendiri. Ini disajikan sepertinya runut di scan dari semenjak dia kecil sampai menikah, ada urutan yang bagus dan konsisten –dan saya suka itu- yang membuat buku ini begitu hidup seperti menelanjangi satu sisi penulisnya. Bagi saya buku ini memberi pemahaman dan cara berpikir baru mengenai doa dan arwah, yaah sebenarnya saya boleh katakana ini sebuah kesaksian kecil dari seorang Ayu Utami yang nakal.  Tetapi inilah hidup, orang boleh kemana saja namun akan sampai pula pada sangkan paraning dumadi. Saya suka dengan penjelasannya yang bagi awam mungkin lebih mengena tentang sosok Tuhan yang dihubungkan dengan sosok ayah, tidak menggurui. Ada beberapa yang merupakan kritik terhadap pemikiran pemikiran yang ada saat ini, misalnya tentang bagaimana hidup beragama yang sekarang cenderung formalis atau sekedar mengejar bentuk luar saja.

Masih banyak hal positif dari buku ini, dan seperti biasanya saya suka membaca buku yang bagus kemudian saya ulang kembali di bab bab yang saya suka. Memberinya catatan, memberinya stabilo atau mencoret coretnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s