City Tour ke Roma, Fun Holiday


Roma

Roma

24 Juli 2014. Diawali dengan kebingungan jam di waktu pagi. Di Roma ini saya menginap di Saya melihat jam masih dengan waktu Dubai, maklum iPad wifi tidak saya set lagi dengan waktu lokal. Kacau deh baru jam 02 .00 waktu Roma saya sudah bangun, ada selisih waktu 2 jam antara Dubai dan Roma, dengan Dubai lebih awal 2 jam.

Setelah sarapan pagi ala Eropa, kami menuju ke Kolosseum. Kolosseum adalah sebuah peninggalan bersejarah berupa arena gladiator, dibangun oleh Vespasian. Tempat pertunjukan yang besar berbentuk elips yang disebut amfiteater atau dengan nama aslinya Flavian Amphitheatre, yang termasuk salah satu dari Enam Puluh Sembilan Keajaiban Dunia Pertengahan. Situs ini terletak di kota kecil di ItaliaRoma, yang didirikan oleh Walikota Vespasian pada masa Domitianus dan diselesaikan oleh anaknya Titus[1], dan menjadi salah satu karya terbesar dari arsitektur Kerajaan Romawi yang pernah dibangun. Kolosseum dirancang untuk menampung 50.000 orang penonton. ( Wikipedia )

Kota Roma sendiri dibagi berdasarkan lingkaran lingkaran atau ZTE yang terdiri atas 1,2 dan 3. Negara Itali termasuk miskin sumber daya alam. Kota Roma 2/3 nya terdiri atas bukit bukit saja. Sistem pemerintahan Itali adalah Republik.
Makan siang rencana pizza, yg terkenal adalah Neapolitan. Pizza di Roma tidak memakai daging, Pizza adalah identik dengan warna bendera Italia
Saat summer suhu cukup panas sekitar 32 celcius. Disekitar kolosseum ada beberapa pedagang souvenir dan minuman dingin, pedagang asongan ada juga. Saya membeli satu set Postcard tentang Kolosseum seharga 1 Euro, satus set berisi 20 lembar postcard dengan foto foto bagus, saya pikir ini murah sebab di Indonesia sebuah postcard bisa berharga 10 ribu selembar. Yang perlu diperhatikan disini adalah tidak adanya lokasi toilet, kecuali Anda masuk ke area Kolosseum. Jadi yang hendak kemari harap mengatur minumnya, jangan sampe kebelet pipis hahaha bisa ribet.
Selepas dari Kolosseum kami menuju ke Ristorante atau restoran dalam bahasa Indonesianya. Makan siang kali ini adalah makan siang khas Italia. Sebagai hidangan pembuka diberikan spagheti dan pasta, disambung dengan hidangan pokok berupa ayam panggang, lantas ditutup dengan jelly segar beraroma jeruk. Hidangan Eropa di restoran selalu memakai aturan hidangan pembuka, makanan pokok dan hidangan penutup. Sangat berbeda dengan hidangan di Indonesia yang kebanyakan hanya makanan pokok, malah kadang buahnya dimakan setelah hidangan pokok, alias terbalik.  Restoran tempat kami makan bernama Paparex, dengan fasilitas free wifi, lumayan buat fakir wifi kayak saya, ha ha ha. Kebiasaan orang Indonesia dimana mana juga foto foto, tidak terlepas juga rombongan tour kami. Setelah puas berfoto foto dengan latar belakang lokasi sekitar restoran maka kami melanjutkan perjalanan menuju Negara Vatikan, Vatikan adalah negara didalam negara, tidak terlalu luas tetapi memiliki sistem pemerintahan sendiri. Kali ini yang kami kunjungi adalah Gereja Saint Peter Basilica. Untuk menuju ke Vatikan kami cukup berjalan kaki, udara sangat amat panas harap para pengunjung memakai payung atau memakai jaket tipis.
Sampai di St Peter Basilica kami harus mengantri cukup panjang untuk memasuki kawasan dalam gereja. Pemeriksaan x ray oleh polisi dilakukan sebagaimana kita memasuki Bandara. Kompleks Gereja ini memiliki lapangan yang sangat luas, tempat Paus biasa memimpin misa terbuka untuk ummat Katolik.
Di dalam St.Peter Basilica ada banyak ornamen, banyak patung, ada beberapa orang sedang berdoa di semacam gereja kecil didalamnya.
Selepas dari sana kami menuju kawasan Piaza Venezia yang merupakan kawasan kafe kafe dan juga kawasan belanja merk merk branded seperti Louis Vuiton, Prada, Gucci dengan kualitas barang dijamin asli dan harga yang  lebih murah dibandingkan dengan di Indonesia. Saya rasa kalau Anda memakai tas Prada palsu disini maka pasti akan merasa minder abis.
Sayapun mencoba untuk makan pizza , ya memang  berbeda dengan pizza di Indonesia yang sudah banyak dimodifikasi menyesuaikan dengan selera orang Indonesia. Saya mencoba pizza yang instan, artinya sudah tersedia dan hangat dalam bentuk lebar, ketika kami membeli hanya tinggal dipotong per slice. Satuan harganya disini adalah per 100 gram. Satu slice seharga 7,5 €uro tinggal dikalikan dengan Rp.16.000
Tapi pizza disini satu slice cukup untuk makan 5 orang, saya mencoba yang topingnya memakai beef dan bacon, sangat berlemak terutama yang bacon. Untuk melunturkan lemaknya maka saya lengkapi dengan sebotol Heineken dingin seharga 5 €. Satu cone es krim atau Gelato harganya 6 € tetapi porsinya cukup di share untuk makan berdua atau bahkan bertiga.

blognya mas har, universitashidup.wordpress.com, travel

Golden Rama

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s