Menghargai manusia dengan tulus


Anak saya ketika kelas 3 SD pernah mewakili sekolahnya untuk mengikuti sebuah lomba game komputer.  Saat memenangi lomba tersebut maka penyelenggara lomba memberinya sebuah piala.  Karena dia mewakil sekolahnya maka tentu saja piala yang diperolehnya ditaruh di sebuah almari kaca bersama sama dengan piala piala lain yang berhasil diperoleh siswa lainnya.  Sebagai gantinya saya membuatkan tiruan atau replika dari piala aslinya, agar anak saya juga punya kebanggan atas prestasi yang pernah diperolehnya.

Betapa penghargaan diperlukan oleh setiap manusia, tetapi penghargaan yang tulus adalah penghargaan yang tidak melihat manusia dengan segala embel embelnya.  Manusia terbiasa menghargai mobil ketimbang pengendaranya, manusia menghargai gelar ketimbang pemiliknya, manusia menghargai uang ketimbang pemilik uangnya. Penghargaan penghargaan demikian adalah semu adanya.  Kita perlu belajar menggandakan penghargaan kita yang tulus untuk setiap manusia ciptaan Tuhan.  Hargailah setiap manusia sebagaimana ia ada,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s