KehendakNya atau hanya kebetulan ?


blognya mas harSetidaknya ada 3 pihak yang dibicarakan dalam Kasus ditembaknya 4 tahanan lapas Cebongan. Pertama adalah oknum TNI yang dibunuh di kafe, kedua adalah orang orang yang membunuhnya, ketiga adalah sekelompok oknum Kopassus yang mengeksekusi 4 tahanan. Kejadian ini menyita perhatian sampai ke Presiden SBY. Kabarnya harian Kedaulatan Rakyat Jogja sampai kebanjiran sms yang isinya mayoritas adalah mendukung pemberantasan preman. Meskipun tentu tak bisa dilegalkan bahwa cara cara mengeksekusi yang demikian  bisa dianggap benar. Namun apa yang namanya shock therapy mungkin ada benarnya. Layaknya menyembelih seekor ayam dihadapan seekor kera yang bisa membuat si kera trauma dan diharapkan ngga bakal nakal lagi.

 Demikian yang terjadi sekarang di Jogja Istimewa, spanduk spanduk bertebaran menyatakan dukungan terhadap pemberantasan preman.   Apakah preman pasar yang biasa minta uang keamanan. Apakah preman yang menguasai lahan parkir. Apakah preman yang ditugasi menagih hutang. Ada banyak barangkali preman yang terhenyak atau setidaknya mati suri melihat eksekusi tersebut.  Sekelompok masyarakat  bertepuk tangan bersorak sorai karena merasa ada yang membantu. Invisible hand atau tangan yang tak nampak ini seolah olah seperti mengetok palu :” Lu jual, gua beli…!!!” begitu kate orang Jakarte.

Ujung yang sudah pasti adalah digantinya Polda DIY dan Pangdam Diponegoro, atasan atasan ini terkena dampak yang mau tidak mau harus ditanggungnya sebagai akibat ulah oknum anak buahnya. Tak ada tanya tak ada tunjuk jari, yang ada Cuma “Siaaaaap komandaan !!”  Hampir sama dengan saat eksekusi terjadi, barangkali tak ada tanya tak ada tunjuk jari, yang ada adalah dooooorrr…!!

Lepas masalah setor menyetor nyawa, dalam kondisi ini saya berpikir tentang kehendak Tuhan. Apakah semuanya itu memang kehendakNya? Antara kebetulan dan kehendak Tuhan memang sepertinya samar. Samar memang jika kita melihat melalui sudut pandang berbeda, dalam sudut pandang orang beriman, semua kejadian yang menimpa adalah merupakan kehendak Tuhan. Sebab orang beriman selalu melibatkan Tuhan dalam setiap langkah hidupnya. Jika hanya kadang kadang melibatkan Tuhan maka tentu tak bisa kita katakan semua terjadi atas kehendakNYA. Lantas bagaimana jika balas dendam itu terjadi? Apakah kehendakNYA juga, ah apa mungkin mereka juga berdoa :” Tuhan ijinkan aku membalas polah tingkah mereka yang mempecundangi rekanku, berkati usahaku. – tanpa Amin- lalu Dorrrr…” Ada yang menafsirkan demikian, jika kita sudah sejak awal berdoa dan berusaha, lalu akhirnya Tuhan mengijinkan, naaaaah ini baru kehendakNYA yang terjadi. Bila sejak awal memang sudah ndak ijin, kalau ada apa apa terjadi ya silakan tanggung sendiri.

Tuhan memang berkehendak manusia taat kepadaNYA, namun dibalik KasihNya tentu ada pula ketegasan dan keadilanNya. Wibawa Tuhan tentu tak bisa digugat manusia ciptaanNya, hak hak pribadi Tuhan dan kebijaksanaanNya ada dibalik setiap kejadian yang menimpa kita. Dia melihat jauh kedepan dan kebelakang, sedangkan kita hanya melihat sejauh mata memandang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s