Menjadi no 1 di Google ala Farhat


Hampir sebulan ini akun twitter seorang pengacara kontroversial Farhat Abbas (FAB) menuai berbagai mention. Mengapa demikian? Karena si pemilik akun suka mengkritisi  kebijakan kebijakan yang dilakukan oleh Jokowi dan Ahok selaku Gubernur dan Wagub DKI utamanya.  Bagi saya kata kata FAB adalah kata kata belaka sampai semuanya berubah menjadi sebuah tindakan.  Saya tak akan mengamati dari sisi politik karena saya tak mengerti apa itu politik. Saya akan melihat dari sisi internet atau dunia maya saja. Setidaknya meski saya bukan ahli namun saya suka mengamati dan terlibat lebih dekat dengan hal tersebut.

Mari kita perhatikan jumlah follower di akun FAB ( saat tulisan ini saya posting sudah ada 67 ribuan follower di akun FAB ), jumlah follower saya identifikasikan sebagai incoming link atau link yang masuk ke twitter pada tahap pertama. Jadi secara umum Twitter lah yang akan diuntungkan, kemudian baru pemilik akun yang difollow. Apa untungnya incoming link bagi pemilik akun. Jika masih bisa diukur dengan page rank nya google maka bisa jadi kata kunci nama  pemilik akun menjadi naik rankingnya, dia akan semakin mudah menduduki halaman pertama mesin pencari Google. Artinya banyaknya incoming link ( follower ) menjadi salah satu faktor yang membuat akun tersebut teroptimasi. Semakin banyak yang mem follow maka semakin naik saja ranking pemilik akun.  Apapun ocehan yang ditulis pada timeline nya itu yang menjadi kunci kenapa seseorang akan memfollow dia. Isi ocehan yang memotivasi atau yang penuh caci maki dan mengusik emosi para tweeps bisa membuat seseorang menjadi follower dari akun FAB tersebut. Padahal secara teknis untuk mengoptimasi sebuah website diperlukan biaya yang tidak sedikit jika dilakukan secara internal ( dengan cara Search Engine Optimation ). Nah yang saya bicarakan ini adalah salah satu metode SEO eksternal, jadi memang bener bener tanpa aspek teknis, hanya aspek sosial saja yang membuat dia teroptimasi.  Sama seperti akun Youtube Psy Gangnam style yang teroptimasi dengan baik  setelah dikunjungi sekian milyar pembaca. Saya berpikir bahwa inilah sebenarnya yang dikehendaki mbah Google sesungguhnya, dimana”konten” menjadi faktor utama sebuah akun web menjadi most wanted. Namun dalah hal ini akun FAB menjadi most wanted karena “konten” nya yang kontroversi.

Jadi semua tergantung Anda, apakah Anda akan menjadi salah satu kontributor yang membuat sebuah akun menjadi number one in Google atau tidak?  Jika followernya habis maka kian hari rankingnya pun akan menurun. Semua ada ditangan Anda. Kesimpulan saya adalah FAB sudah melakukan optimasi akun dengan biaya sangat murah bahkan gratis, apalagi beberapa stasiun Teve sudah memanggilnya sebagai nara sumber, FAB telah berhasil memakai media twitter sebagai media kampanye/promosi bagi ide idenya. Saya masih berharap AKU INDONESIA nya menjadi trending topik di twitter, tetapi mungkin saja belum kesampaian. Selamat menikmati.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s