MERAIH SUKSES DENGAN EMOSI


Belum lama berselang kota Solo dilanda kekerasan antar kelompok kembali. Setelah beberapa tahun tenang tenang. Perselisihan antar pribadi yang kemudian dikaitkan denga perselisihan antar kelompok. Secara emosional mereka melakukan “hal hal besar”, saya menganalogikan tentang pembacokan, pembakaran, penganiayaan sebagai hal-hal besar yang tidak semestinya terjadi didalam hidup ini.

 

Menurut riset bahawa pengambilan keputusan dipengaruhi oleh logika sebesar 12% dan sisanya dipengaruhi oleh emosi. Baik mengambil keputusan yang negative maupun positif kebanyakan lebih mengedepankan sisi emosi.

Mengacu kejadian diatas maka unsure logikanya adalah : yang bertikai adalah manusia dengan manusia, bisa diselesaikan dengan mediasi atau perantaraan baik oleh orang yang dianggap berpengaruh atau oleh institusi resmi Negara. Pertikaian bisa diselesaikan dengan mencari akar masalahnya. itu jika memakai sisi logis. Jika memakai sisi Emosi maka yang dikedepankan : ini harga diriku sudah dilukai, ini kelompokku/salah satu orang anggota kelompokku sudah dilukai berarti sama saja melukai semua kelompok, ini orang agamanya sama dengan aku berarti seluruh orang yang beragama sama harus merasakan juga dilukai, analogi yang demikian adalah mengedepankan sisi emosi.

 

Saya tak akan membahas kejadian diatas dari sisi manapun meskipun saya juga orang Solo hahaha. Namnun betapa EMOSI bisa mempunyai dampak negative yang besar. Jika demikian EMOSI pun bisa berdampak positif yang sangat dahsyat. Seorang anak SD yang miskin setiap kali meminjam penghapus pensil dari temannya suatu saat merasa sangat terhina ketika temannya mengatakan:” Apa sih kerja bapakmu, sehingga penghapuspun kau tak sanggup membeli?” Jika si anak tersebut memakai emosi positif maka didalam hatinya akan TERGANGGU dan berkomitmen bagaimana caranya agar dia bisa memenuhi kebutuhan sekolahnya karena bapaknya tak mampu. Contoh lain misalnya : Seorang isteri yang memergoki suaminya mabuk mabukan. Isterinya malu karena perbuatan suaminya tidak bisa menjadi contoh bagi keluarga dan anak anak. Lalu si isteri memberi pilihan kepada suaminya agar “berhenti mabuk” atau “kehilangan anak dan isterinya”. Kondisi terdesak dan terganggu inilah yang membuat si suami akan berpikir untuk “BERUBAH”. Jika Anda belum sampai pada pemikiran yang “merasa terganggu” maka Anda masih saja santai karena berada didalam area nyaman atau comfort zone.  Seorang karyawan dengan gaji pas-pasan, kerja mati-matian, BONUS Cuma sedikit, sering di omelin boss merasa terpojok ketika isterinya memarahinya karena uang belanja sering tekor dan harus meminta/meminjam kepada orang tuanya/temannya. Sang isteri Cuma bilang :” Kerjaanmu apa si Pak, kok untuk beli susu anakmu saja masih kurang?”. Jika suami ini merasa TERGANGGU maka emosinya bisa diarahkan kepada pilihan Berpikir keras untuk mencari alternative pekerjaan lain agar harga dirinya tidak diremehkan oleh isterinya. Disinilah letak titik awal untuk melakukan sebuah perubahan. Anda.

Memakai rasa sedih, rasa sengsara, rasa duka untuk memulai sebuah langkah sukses demi meraih sebuah kenikmatan adalah sangat dahsyat kekuatannya. Anda harus menggunakan emosi Anda untuk meraih keberhasilan. Tanpa emosi ( positif ) maka hasil Anda akan biasa biasa saja. Bukankah orang beragamapun juga melakukan hal hal menjauhi neraka ( kesengsaraan, kesakitan ) dan mengejar Surga ( kenikmatan, kelimpahan, kenyamanan ). Semoga menginspirasi

One thought on “MERAIH SUKSES DENGAN EMOSI

  1. Evi

    Kita harus pandai2 membedakan emosi, mengenali kedatangannya, lalu mengarahkan untuk berbuat sesuatu agar mutu kehidupan lbh baik ya Pak..

    ## Mantap mbak Evi, salam sukses yah !

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s