Menjadi besar bersama-sama


Tak seorangpun menjadi besar dalam hidupnya tanpa pertolongan orang lain. Demikian pula sebaliknya, kitapun secara tidak sadar juga akan membesarkan orang lain. Jadi mengapa kita harus berkecil hati.

Ketika seorang teman saya menemukan penjual nasi gurih di Jalan Solo, Jogjakarta. Tanpa tujuan lebih, dia mengupload melalui Facebooknya. Secara kebetulan saya melihatnya dan berkomen disana dan jadilah saya pun membeli 2 bungkus pada keesokan harinya. Bukankah itu sebuah hal yang sangat menarik. Si penjual tak harus mengatakan bahwa nasi gurihnya enak, cukup dia membuat nasi gurih yang enak. Maka pembelinya sendiri yang akan mempromosikan nasi gurihnya. Dalam hal ini jelas peran serta orang lain akan membuat seseorang menjadi lebih bermakna.

Kebaikan-kebaikan kita yang tanpa sadar kita lakukan akan membuahkan hasil pada masa-masa mendatang.

Saya sudah agak lupa ketika seorang mantan bawahan saya secara kebetulan bertemu dengan saya beberapa tahun kemudian. Dia berkata :” Saat saya mengundurkan diri, hanya bapak yang masih tersenyum dengan saya”.  Betapa secercah senyum sudah mempunyai arti baginya dan diingatnya sampai beberapa lama. Seulas senyum yang membesarkan hatinya, ini semacam amunisi yang membuat dia melangkah lebih pasti menapaki karirnya yang baru.

Ingatlah bahwa kesuksesan sesungguhnya adalah ketika kita membantu orang lain mencapai suksesnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s