Maaf saya tidak melihat Bapak


Saya terkesan dengan ilustrasi yg disampaikan H. Zaenuddin MZ pada sebuah ceramah Agama di sebuah stasiun TV. Diceritakan seorang yang ngebut naik sepeda motor menerobos lampu merah. Kemudian dia tertangkap POLISI. Berikut penggalan percakapan mereka :

 

P (polisi), A (Anak muda)

P : Slamat siang mas, Bisa diperlihatkan SIM dan STNK

A : sambil menyodorkan kedua surat yang diminta, ini pak.

P: Anda tahu disini ada lampu merah?

A : Tahu pak.

P : Anda mengerti arti warna lampu merah jika menyala?

A : Tahu pak

P : Anda tidak buta warna ?

A : tidak pak.

P : mengapa anda menerobos lampu merah ?

A : Saya tidak melihat kalau disitu ada bapak

 

Betapa manusia demikian juga terhadap dosa. Apakah anda membaca kitab suci? Apakah anda datang beribadah di tempat beribadah? Apakah anda melakukan ritual keagamaan secara teratur ? Namun betapa sering kita tidak menghargai TUHAN. Hanya karena DIA tidak terlihat secara fisik maka kita bisa menyepelekanNYA dan menganggapNYA seolah olah tidak ada. Ketika anda sendiri sebenarnya anda berdua. Ketika anda berdua sebenarnya anda bertiga. Ada TUHAN senantiasa bersama dengan kita. Apakah kita masih saja tidak menghormati dan menghargai TUHAN? Jika Anda sempat tersenyum atau bahkan tertawa ketika membaca joke diatas semoga bukan berarti menertawakan diri sendiri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s