Aman dan akrab bermessenger


Saya kok merasa bahwa bercakap cakap lewat messenger itu lebih terbuka dan lebih akrab. Saya tidak tahu apakah para pembaca juga merasakan demikian.  Pertama kali mengenal messenger adalah lewat Yahoo, disana saya hanya memiliki sedikit teman karena memang teman teman saya jarang mempergunakannya. Belakangan setelah musim Blackberry messenger ( BM ) maka sayapun ikut mencobanya dan ternyata cocok.  Banyak teman-teman di BM yang belum pernah saya temui secara fisik, artinya saya hanya berkenalan melalui Facebook kemudian dilanjutkan dengan bertukar PIN Blacberry dan demikianlah adanya mengalir saja.

Beberapa teman SMA saya yang dahulu semasa SMA tidak saya kenal dengan baik/akrab kini dengan adanya BM justru jadi lebih akrab.  Sebenarnya ada apa dengan messenger ?

  • Berkomunikasi dengan messenger saya katakan berkomunikasi tanpa mata. Karena kita tidak melihat muka dengan muka, maka segala pembicaraan yang kita lakukan seolah tidak ada batasan yang mengganggu. Kita bisa bebas bicara ngalor ngidul dengan hanya berbekal EMOTICON, yaitu kode Smiley yang biasa ditaruh dibelakang kalimat dalam messenger untuk memberi tekanan pada kalimat. Tekanan tersebut mewakili emosi kita saat ber messenger. Bisa berupa senyum, tertawa, marah, menangis, bosan, cinta dan sebagainya.
  • Berkomunikasi dengan messenger mempersingkat perkenalan. Kawan saya sedang mencari pasangan hidup, kebetulan seseorang mereferensikan dengan kenalannya hanya dengan jalan memberikan PIN Blackberrynya kemudian setelah itu terserah Anda.  Seorang penjual produk MLM juga secara eksplisit menuliskan nomor PIN nya di wall Facebooknya agar calon member yang berminat bisa dengan mudah meng Invite nya. Pendek kata perkenalan jadi lebih mudah.
  • Namun jangan pernah dilupakan juga bahwa sisi sisi negatif pun juga bermunculan seiring dengan manfaat yang diperoleh. Misalnya saja : tidak jarang tindak penipuan dilakukan melalui messenger, karena kita sudah merasa akrab tanpa mengetahui siapa sebenarnya yang sedang kita ajak bicara. Penipukah? Seseorang yg punya niat buruk kah?  Demikian pula dengan seseorang yang “menjajakan” dirinya pun menjadi semakin mudah dengan sarana messenger karena menghilangkan serangkaian prosedur formal

Beberapa tips agar lebih nyaman ber messenger adalah :

  • Ada baiknya mengenal secara fisik terlebih dahulu sebelum meng invite teman. Atau setidaknya ada referensi dari seseorang yang sudah kita kenal dengan baik.
  • Jika kita di invite seseorang ada baiknya selalu melakukan cross check melalui kawan kita dengan menanyakannya terlebih dahulu.
  • Bila dirasa pertemanan itu akan membawa mudharat, lebih baik Anda delete saja teman Anda tersebut.
  • Jangan mudah tergerak oleh beberapa cerita yang dikirimkan oleh seseorang yang baru saja kita kenal melalui messenger.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s