Sadari ancama Glaukoma


Glaukoma merupakan penyakit yang disebabkan oleh sekumpulan kelainan pada mata ayng merusak syaraf optik. Glaukoma merupakan penyebab kebutaan nomor dua di Indonesia. Berbeda dengan katarak yang bisa diobati dengan operasi, glaukoma merupakan penyakit mata yang tak bisa direhabilitasi.

Syaraf optik terdiri lebih dari sejuta syaraf yang membawa informasi visual dari mata ke otak. Glaukoma akan merusak urat-urat syaraf ini sehingga penglihatan lambat laun akan hilang.

Peningkatan tekanan pada bola mata menjadi faktor risiko terpenting penyebab terjadinya glaukoma. Bila tekanan tersebut melampaui batas toleransi sel-sel syaraf optik maka sel-sel tersebut akan mati sehingga menyebabkan hilangnya sebagian atau keseluruhan penglihatan.

Glaukoma merupakan pencuri penglihatan karena berkembang tanpa ditandai dengan gejala yang nyata, penderita glaukoma seringkali tidak menyadari penyakitnya sampai terjadi kerusakan penglihatan yang sudah lanjut.

Kerusakan yang disebabkan oleh glaukoma tidak dapat diperbaiki, maka deteksi, diagnosa dan perawatan harus dilakukan sedini mungkin.

Faktor risiko glaukoma adalah orang yang berusia lebih dari 45 tahun, memiliki riwayat glaukoma dalam keluarga, tekanan bola mata, miopi ( rabun jauh ), diabetes, tekanan darah tinggi, migrain atau penyempitan pembuluh darah otak, kecelakaan pada mata sebelumnya dan penggunaan steroid dalam jangka panjang.

Meskipun tidak ada obat yang bisa menyembuhkan glaukoma, tetapi penyakit ini masih dapat dikendalikan. Glaukoma dapat dirawat dengan menggunakan obat tetes mata, tablet, operasi laser atau operasi mata. Menurunkan tekanan pada mata dapat mencegah kerusakan penglihatan lebih lanjut. Oleh karena itu deteksi glaukoma sedini mungkin akan semakin meningkatkan pencegahan kerusakan penglihatan.

Obat tetes mata merupakan bentuk perawatan yang paling umum dan paling awal diberikan. Penggunaan obat ini harus sesuai dengan resep yang diberikan dokter. Operasi laser dan operasi filtrasi mata merupakan teknik lanjutan yang diberikan untuk mengurangi risiko kebutaan pada penderita glaukoma.

 

Sumber : Klasika Kompas tanggal 10 Februari 2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s