Pahlawan 149070 Mhz


Semenjak adanya erupsi Gunung Merapi, saya mengikuti perkembangannya melalui berbagai media.  Pertama kali tanggal 26 Oktober 2010 saya mengikuti pemberitaannya melalui televisi. Namun belakangan pemberitaan televisi tersebut sudah mulai lebay bahkan KPI pun sempat mengingatkan kepada semua stasiun televisi dalam memberitakan bencana Merapi agar proporsional dan tidak melebih lebihkan.  Kemudian saya mengikuti lewat facebook beberapa rekan yang berada dilapangan. Merasa kurang begitu aktual maka saya pun mencoba melalui website merapi.combine.or.id. Disana cukup baik, namun kebanyakan hanya menampilkan tweeps dari twitter. Lalu saya berusaha mencari media berupa siaran pandangan mata oleh para relawan di Pos Pos pengawasan merapi yaitu melalui frekwensi 149.070 Mhz.  Di frekwensi ini disiarkan secara update dan real time kondisi Merapi saat itu juga. Namun untuk bisa mendengarkan, kita harus mempunyai tranceiver yang bisa bekerja menerima di frekwensi tersebut atau memakai HT ( handy talky). Perlu diketahui HT merk tertentu seperti SUICOM buatan Cina sangat laris di Yogya, karena semua orang ingin memonitor perkembangan Merapi secara real time.

Dari sinilah saya mengetahui mereka mereka relawan yang benar benar berani mati. Bagaimana tidak karena mereka melaporkan melalui jarak yang masih didalam range bahaya. Namun mau bagaimana lagi jika ingin melihat lebih jelas, tentunya harus mendekatinya.  Disini saya mengetahui nama nama seperti : mas Utha, mbah Tono, mas Vodka dan lain sebagainya. Mereka melaporkan kondisi Merapi seperti : kondisi puncak, adakah asap/material yg keluar, arah angin ( ini penting karena akan menentukan daerah mana yg kebagian hujan abu/material), tinggi asap, guguran lava jatuh dimana, arah awan panas kemana, mengkoordinasi relawan2 yang meng evakuasi korban, memberikan sinya bahaya jika awan panas mulai keluar, menerima laporan langsung dari masyarakat on the spot.  Betapa media seperti ini sangat diperlukan dan sangat berguna. Mereka adalah Pahlawan dan Pasukan Berani Mati yang sangat saya hormati. Mereka tanpa pretensi apapun, mengerjakan tugas dengan rendah hati dan tidak mengutamakan kepentingan pribadi maupun kelompoknya. Mereka berani mati untuk hal-hal yang memang pantas untuk mempertaruhan nyawa. Mereka bertugas demi bangsa.

Namun ditengah tengah tugas tersebut, kok ya masih ada yang melakukan penindasan frekwensi mereka ( Jamming) yaitu memancarkan sinyal kosong yg membuat pembicaraan mereka terganggu. Bukankah ini sebuah tindak kriminal karena membahayakan nyawa orang lain. Bayangkan jika mereka harus memberitahukan bahaya kepada para relawan dilapangan namun disaat yg sama frekwensi tersebut diJam, bukankah sebuah tindakan yang tidak terpuji?  Namun dengan penuh kesabaran mereka juga tak terlalu ambil pusing, meskipun harus mengulang ulang pesan. Sebagian juga sempat emosional namun selalu diingatkan untuk tidak menanggapi para jammer tersebut.

Akhirnya hanya Doa saya semoga diberikan kesehatan dan ketabahan dan semoga tulisan ini menyemangati para relawan 149.070. Karena hanya didalam Tuhan maka jerih payahmu tidak sia sia. Selamat berjuang kawan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s