Bunyi gamelan di lereng Merapi


Bukannya menyanjung nyanjung sebuah takhayul dan sejenisnya, namun beberapa hasil pembicaraan tentang bunyi gamelan di sekitar lereng merapi sudah membuat saya penasaran.  Akhirnya saya sempatkan bertanya pada seorang rekan saya yang punya hobi pecinta alam dan juga memancing.  Dia kemudian bertutur pada saya bahwa dirinya pernah mengalami mendengar suara gamelan di lereng merapi bahkan seolah suara gamelan itu dekat dengan dirinya sewaktu mendaki Merapi.  Ketika itu dia hanya berdua mendaki Merapi melalui Kaliurang.  Katanya sih jalannya agak sulit ( saya sendiri bukan orang yang suka mendaki gunung sehingga tidak tahu seberapa tingkat kesulitan itu ). Namun memang dia beserta teman nya mendengar suara gamelan yang sangat dekat dengan ia berjalan. Kawan saya sempat was-was dan berkeringat dingin karena pendakiannya memang baru pertama kalinya.  Kemudian setelah dilanjutkan beberapa meter dia menjumpai 2 ekor gagak terbang menentangnya. Singkat kata kawan saya lalu turun untuk menghindarkan hal-hal yang tak diinginkan.  Kemudian mereka sempat mampir di sebuah kedai untuk minum kopi dan oleh sipemilik kedai mereka hanya diberikan petunjuk bahwa jika takut mending pulang saja. Atau jika berani silakan meneruskan perjalanan pendakian tanpa rasa prasangka ataupun was was. Jangan sampai pada suatu rasa bimbang namun tetap meneruskan pendakian, karena itu akan fatal.

Masih tentang gamelan itu tadi, seorang rekan kakak ipar saya juga mendengar bunyi gamelan itu dari daerah Jombor ketika Merapi hendak meletus, bahkan menurutnya bunyi gamelan itu juga terdengar ketika sebelum terjadi gempa bumi di Yogyakarta tahun 2006 yang lalu.  Jadi menurut beberapa orang dikatakan bahwa Keraton Merapi sedang menyelenggarakan Hajat, sehingga di alam roh mereka juga membunyikan gamelan sebagaimana alam manusia.  Kemudian diperkuat seorang karyawati saya yang menyatakan bahwa di desanya Pundong bahkan Gelas gelas atau piring piring milik perkumpulan ibu ibu kampung/desa nyapun sering dipinjam oleh mahluk mahluk tersebut untuk “berpesta?”.  Artinya gelas dan piring akan hilang untuk beberapa saat selama masa “peminjaman” tersebut. Kemudian akan dikembalikan lagi setelah “penyelenggaraan hajatnya” usai.    Mengenai sampai sejauh mana kebenaran cerita tersebut, hanya Tuhan Semesta Alam yang Maha mengetahuinya. Kita sebagai manusia hanya menerima perintah Nya saja.

One thought on “Bunyi gamelan di lereng Merapi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s