Renungan Bronis


Bronis adalah nama seekor anjing Golden ret. Berusia 2 tahun milik seorang juragan emas yang sudah malang melintang bertahun tahun.  Cindy putrinya sangat menyayangi si Bronis, body panjang, kepala besar, bulu tersisir mengkilant membuat anjing sahabat ini selalu nampak manis berdekat dekatan dengan Cindy seorang gadis remaja usia 16 tahun.  Suatu saat Bronis bertanya pada Ranto, seorang pembantu Bos yang dibayar khusus untuk merawat si Bronis, mulai dari memberi makan, minum, potong kuku, memandikan, kontrol dokter, minum vitamin semuanya beres bersama si Ranto.  Rupanya Bronis nggak begitu jelas kenapa si Bos sering menyebut nyebut jenisnya ( ehm ya Bronis memang seekor anjing ) dihadapan karyawan karyawannya.  Kemarin pagi Pak Udin supirnya juga dikatain “Anjing kau, apa matamu tak lihat ini sudah jam berapa. Gua kan mau keluar kota tahu !!”, demikian tanya Bronis.  Lalu malam minggu sebelumnya, Nita sekertaris Bos juga dikatakan “ Dasar Anjing, malem minggu disuruh lembur pakek nawar segala !”.  Merasa mendapat pertanyaan lucu, Ranto pun tersenyum sambil menepuk kepala si Bronis.  “ Bron, bukannya mereka itu senang dikatai seperti kamu, tetapi itu semua artinya adalah sebuah umpatan.  Mereka manusia selalu mengumpat dengan Anjing atau Asuuu atau plesetannya Afuuu..! Umpatan itu selalu diucapkan atas setiap ketidak puasan yang diterima oleh manusia. Jadi dirimu jangan berbangga hati terlebih dahulu dengan penyebutan golonganmu itu “, kata Ranto kepada Bronis.  Bronis menggeleng2 kepalanya sambil menggerutu sedih. “ Aku adalah mahluk yang setia, dan sayang pada majikanku.  Majikan  sudah memeliharaku, memberikanku makan, memberi fasilitas kesehatan, tidur dan bahkan mencarikan pendampingku si Molly. Sebagai gantinya aku akan menemani Cindy, berteriak ketika ada orang yang mencurigakan masuk ke rumah, bahkan aku tak segan segan menggigit bila ada yang berani mencelakakan majikanku. Aku melindungi Cindy, menemaninya kemana ia pergi disekitar rumah. Bahkan kadang kadang kalau sedang joging, Cindy mengajaku serta. Uhhh tetapi manusia manusia itu tidak taat, jahat, tidak setia, pemalas, mencuri waktu, mencuri uang Bos ku. Apakah Bos layak mengatakan mereka sebagai Anjing? Padahal aku punya “kesetiaan” yang kini sudah sangat jarang dimiliki oleh manusia.” Ha ha ha ha ….! “seketika tawa Ranto meledak. Husss…!!, bentak Bronis. “ Dengarkan  Ranto !, bahkan mereka manusia itu kadang punya sifat lebih buruk dariku, jadi sebaiknya Bos tak menyebut nyebut mereka dengan anjing lagi “.  Seketika Ranto terdiam mendengar kata kata Bronis. Yaaah… ada benarnya juga pemikiran Bronis, bahkan kesetiaan itu menjadi bahan mahal, baik kesetiaan pada Tuhan, Isteri, Anak maupun Pekerjaan dan Bos/majikan kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s