The power of netter


Berikut perjalanan kasus Prita Mulyasari melawan RS omni International :
15 Agustus 2008
Prita menulis dan mengirimkan keluhan atas pelayanan RS Omni kepada temannya. Email ini kemudian menjadi tersebar luas di dunia maya.

5 September 2008
RS Omni melaporkan Prita dengan tuduhan pencemaran nama baik ke Direktorat Reserse kriminal Khusus

24 September 2008
Omni menggugat Prita secara perdata.

11 Mei 2009
Pengadilan negeri tangerang memenangkan gugatan perdata RS Omni Internasional. Prita dinyatakan terbukti melakukan perbuatan melawan hokum yang merugikan rumah sakit Omni dan harus membayar ganti rugi materiil sebesar Rp. 161 juta dan kerugian materiil sebesar Rp. 100 juta.

13 Mei 2009
Prita ditahan di LP wanita tangerang sebagai tahanan Kejaksaan.

3 Juni 2009
Atas desakan berbagai pihak. Prita dibebaskan dari LP Wanita Tangerang. Status tahanan prita diubah menjadi tahanan kota. Termasuk disini adalah para pemakai jejaring Facebook yang bersatu melalui grup yang mendesak pembebasan Prita.

4 Juni 2009
Sidang pertama Prita di PN Tangerang, Prita dijerat dengan Pasal 310 KUHP tentang pencemaran nama baik dengan ancaman hukuman 1,4 tahun penjara. Pasal 311 KUHP tentang pencemaran nama baik secara tertulis dengan ancaman 4 tahun penjara, serta Pasal 27 Ayat 3 UU ITE dengan ancaman 6 tahun penjara dan denda Rp. 1 milyar.

5 Juni 2009
Kuasa hukum Prita mengajukan banding atas putusan perdata ke Pengadilan Tinggi Banten.

4 Desember 2009
Pengadilan tinggi Banten memperkuat putusan perdata pengadilan negeri Tangerang terkait gugatan RS Omni International terhadap prita Mulyasari. Dalam putusan tersebut Prita diwajibkan membayar Rp. 204 juta

11 Desember 2009
RS Omni International menyatakan mencabut gugatan perkara perdata Prita Mulyasari tanpa syarat. Pencabutan gugatan ini sekaligus menggugurkan ganti rugi Rp. 204 juta. Namun demikian sidang pidana tetap berlanjut. Masih melalui jejaring social facebook, pengumpulan koin untuk Prita bahkan menembus lebih dari 204 juta, dari para penyumbang yang bersimpati kepada Prita.
29 Desember 2009
Pengadilan Negeri Tangerang menyatakan Prita tidak terbukti melakukan pencemaran nama baik. PRITA MULYASARI AKHIRNYA DIVONIS BEBAS.

Untuk pertama kalinya di Indonesia kekuatan perlawanan oleh para netter yang tergabung diFacebook memberikan kontribusi yang begitu nyata dan desakan begitu kuat sehingga mampu menghasilkan sebuah keputusan yang adil bagi kaum lemah. Hal ini menunjukkan bahwa dunia internet tidak bisa dipandang miring hanya berkumpulnya kaum carder dan hacker semata. Dunia maya mempunyai kemampuan mempersatukan keinginan berbagai pihak dalam sebuah wadah ‘Grup” di Facebook misalnya. Hal inipun akan membuat orang awam menjadi melek internet dan tidak antipati terhadapnya, karena benar benar memberikan manfaat yang sangat luar biasa. Selamat buat Prita dan terima kasih buat semua netter yang sudah mendukung Prita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s