Tegas namun tetap kasih



Seorang bocah usia 4,5 tahun tewas tersiram kuah bakso dagangan orang tuanya, saat dilakukan operasi penertiban oleh Sat POL PP.

Sebuah berita yang memilukan hati, betapa orang tua anak tersebut terkoyak hatinya. Dunia seolah gelap tertutup baginya, anak yang disayanginya harus tewas dengan mengenaskan karena ia harus mencari nafkah guna menghidupi bocah dan keluarganya juga. Sebuah lingkaran setan yang berputar dan tidak berujung pangkal. Ketegasan seorang POL PP yang mengemban tugas negara kerapkali menjadi pegangan tugas “pasukan” semi militer itu. Ditengah masyarakat sipil yang bergelut melawan kemiskinan yang merambat di kota kota metropolitan. Seolah pagi dan malam tidak berbatas, bermandi peluh tidak berbelas. Ketegasan seorang penegak disiplin yang barangkali juga berlaku demikian hanya untuk sesuap nasi. Sama seperti si pedagang bakso mereka juga berjuang untuk sesuap nasi. Semua berjuang untuk hal yang sama namun mengapa harus ada korban. Disiplin seringkali dituding sebagai kata yang tidak pernah ada dalam pikiran pedagang kaki lima. Berdagang dimana mana tanpa menghiraukan lingkungan, tidak menjaga kebersihan, keindahan dan ketertiban. Pemerintah sebaga pengatur harmonisasi mereka diharap tidak sekedar tegas namun juga kasih. Ini dua sifat Tuhan yang sulit berada didalam satu badan manusia. Belajarlah pada kejadian tersebut, semoga semua menjadi lebih arif dalam berbuat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s