Keseimbangan


Yin-yangKalau Anda pernah melihat sebuah lambang Yin yang yang cukup terkenal dikalangan orang orang Cina. Dalam Yin yang itu mensyaratkan sebuah keseimbangan ( balancing ) antara warna hitam dan putih, didalam bidang hitam terdapat titik putih demikian juga didalam bidang putih terdapat titik hitam. Prinsip keseimbangan inilah konon yang membuat dunia berputar ( atau justru ketidak seimbangan ?? ). Didalam dunia yang dengan berjuta kondisi selalu bisa kita bagi kedalam area hitam dan putih. Secara nyata dan mudah dikatakan di area hitam dan area putih, kebaikan versus kejahatan, kebijaksanaan versus kesembronoan, kecantikan versus keburuk rupaan dan masih banyak lagi kutub kutub yang berlawanan. Sama seperti magnet yang mempunya dua kutub justru akan menimbulkan daya tarik menarik. Sebuah kejadian yang masih sarat dengan pergunjingan baru saja kita dengarkan bersama, tidak lain adalah masalah pembunuhan yang sempat memojokkan Antasari Azhar sebagai ketua KPK non aktif dan juga seorang Rani yang sekarang sering sekali disebut sebut ikut terlibat didalamnya. Bahkan profesi caddy nya ikut dibawa bawa dan dibicarakan santer, hampir setiap stasiun televisi mengulas profesi itu. Apa yang sebenarnya terjadi? Hampir setiap terjadi sebuah peristiwa yang menyangkut profesi tertentu atau komunitas tertentu, maka itu akan menjadi buah bibir. Terjadi pelebaran makna dari seorang oknum menjadi “cap merah” sebuah profesi atau komunitas. Sebut saja contoh Ryan yang sempat heboh karena dikabarkan punya kedekatan dengan salah seorang selebritis. Komunitas Gay sempat menjadi buah bibir dan orang-orang yang menjadi Gay pun seolah dipukul rata mempunyai sifat semacam itu. Sebenarnya hampir disetiap bidang di bumi ini selalu ada yang positif dan negatif, bahkan dikalangan pemimpin agama pun bisa jadi ada yang positif dan negatif. Apalagi hanya profesi profesi duniawi semacam caddy dan sejenisnya. Oleh karena itu bukan pada tempatnya mengobral obral keburukan yang ada di profesi ini, karena disetiap profesi yang namanya penyimpangan selalu ada. Marilah lebih bijak menyikapi segala yang terjadi didepan mata kita. Belajar pada sebuah proses kehidupan sebaiknya lebih banyak mendengar dan sedikit berbicara. Cepat mendengar tetapi lambat untuk berkata kata nampaknya menjadi slogan yang pas untuk belajar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s