Bebaskan Yogya dari Polusi


Saya sangat setuju dengan apa yang sudah dilakukan Walikota Yogya Bapak Herry Zudianto untuk mengupayakan terciptanya lingkungan yang asri dan menekan polusi seperti menanam banyak pohon dikota Yogyakarta. Upaya yang dilakukan menurut saya ada dua macam yaitu menekan sumber sumber polusi dan mengupayakan penanaman pohon sebagai paru paru kota. Pemantauan secara rutin terhadap kendaraan bermotor dalam hal ini adalah mengadakan uji emisi sudah selayaknya dilaksanakan secara teratur dan mempunyai landasan hukum yang wajib. Ketegasan aparat terkait dengan ini nampaknya sudah tidak boleh ditawar tawar lagi. Jika memang melebihi ambang batas polusi sudah selayaknya kendaraan tersebut diberi sangsi yang tegas. Cobalah kita lihat pada saat pagi hari dimana anak anak berburu dengan waktu masuk sekolah, ada yang naik bus umum, naik sepeda, naik mobil, naik sepeda motor dan sebagainya. Lihatlah betapa bus kota adalah yang paling sering mengepulkan asap solarnya. Selain pengemudi yang menginjak gas dengan seenaknya sehingga menimbulkan asap yang pekat. Maka kondisi bus sendiri nampaknya sudah harus diperbaiki supaya tidak menjadikan polusi, atau kalau tidak bisa diperbaiki dipensiunkan saja. Akan terjadi hal yang saling berlawanan dimana Pak Wali gembar gembor dengan gerakan naik sepeda untuk sekolah dan bekerja ( SEGO SEGAWE ) padahal bus kota masih asik mengepulkan asap polusi bukankah ini sama dengan racun karbon terhirup oleh mereka yang naik sepeda tersebut. Setiap pagi saya selalu melihat bus kota yang berasap tebal, dalam hati saya bertanya apakah pada saat Keur ( di tera ) tidak diperiksa dengan teliti ataukah ada sesuatu yang lain terkait dengan keur kendaraan ini ? Mudah mudahan perkiraan saya keliru. Memang ada dilema antara menegakan aturan disiplin yang membuat udara Yogya segar kembali diversuskan dengan aspek ekonomi bus kota tersebut. Kalau memang harus diganti ya sudah diganti saja, ini kan bukan sekedar urusan ekonomi tetapi lebih ke investasi jangka panjang sumber daya manusia Yogya. Bagaimana ketika mereka sekian tahun lamanya menghirup gas karbon dan berakibat kanker pada paru paru mereka. Bukankah ini sangat menyedihkan. Yah mudah mudahan nguda rasa saya ini didengar oleh panjenenganipun Bapak Herry Zudianto. Saya sangat berharap dan siap mendukung juga apabila semua kendaraan pribadi juga diuji emisinya. Semoga harapan saya ini tidak sia sia demi sejuknya kota Yogya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s