Rerasan Wanita


Tulisan ini saya persembahkan untuk setiap wanita indonesia, dalam rangka menyambut hari Kartini 21 April 2009

Saya sering memperhatikan rekan rekan karyawati di sebuah bank swasta terkenal di Indonesia. Mereka terdiri dari berbagai usia, kebanyakan mereka berjenis kelamin wanita. Mungkin saja mahluk jenis ini lebih teliti dalam bekerja, lebih luwes dalam melayani customer dan juga lebih sabar. Mereka bekerja dalam satu shift tetapi meskipun satu shift jika pekerjaan secara administratif belum selesai maka mereka tetap bekerja sampai selesai meskupun pintu bank sudah tertutup. Cobalah perhatikan bahwa usia dan penampilan sangat dominan dalam hal ini. Mereka berusia hampir sama kebanyakan, cantik cantik dan gesit. Tetapi ada juga mereka yang sudah masuk ke usia tua, mereka juga tetap melayani namun jumlahnya sudah mulai sedikit dibandingkan dengan yang muda muda. Maklum dalam usia yang terus bertambah maka justru kemampuan mereka akan berkurang. Ingatan yang tidak sebaik dulu, kekuatan fisik berkurang, belum lagi ditambah masalah masalah keluarga yang dihadapinya acapkali mempengaruhi kinerja mereka dikantor. Berbeda dengan mereka yang fresh graduate, masih lajang belum banyak masalah.
Menurut pengamatan saya mereka yang sudah “uzur” akan di rotasi kepada pekerjaan yang tidak secara langsung melayani nasabah. Bisa jadi dipindah ke bagian administrasi ( back office ), atau melakukan pekerjaan yang lain seperti mensortir uang dan sebagainya. Sungguh usia produktif apalagi sebagai wanita nampaknya menjadi lebih pendek dibandingkan pria. Apalagi ditambah sistem kerja kontrak yang seolah memeras semua kemampuan mereka dalam usia produktif itu. Namun apakah mereka kaum hawa pernah memikirkan apa yang harus mereka kerjakan setelah masa produktif itu usai. Apakah mereka hanya akan menggantungkan dirinya kepada suaminya. Saya yakin kok sebagian wanita masih tetap memilih bekerja dan menghasilkan uang bagi dirinya sendiri. Sebagian besar rekan wanita saya yang meskipun mempunyai suami yang mampu memenuhi kebutuhan finansialnya pun memilih tetap bekerja. Selain tetap bisa memenuhi kebutuhan keuangan pribadi ( ingat kebutuhan wanita juga banyak loh ), masalah anak ternyata juga jadi pertimbangan – mengasuh anak dirumah rupanya menjadi hal yang kurang disukai, bertemu teman teman kerja dipandang bisa menghilangkan stress.
Bekerja bagi kaum wanita sekarang bukanlah sebuah pilihan tetapi menjadi kebutuhan. Dalam kondisi jaman yang sekarang sudah berubah, dimana persaingan kerja menjadi semakin ketat maka peranan wanita dalam pekerjaannya juga sudah diperhitungkan. Mulai banyak puncak pimpinan perusahaan berjenis kelamin wanita. Bahkan dalam sebuah rumah tangga dapat terjadi posisi jabatan si isteri justru lebih tinggi ketimbang suaminya. Semakin jelaslah bahwa kemampuan wanita dalam berbagai bidang tidak bisa dipandang sebelah mata. Namun tidak semua orang bisa menerima kenyataan ini, ada saja yang tidak setuju dengan kenyataan ini. Saya mempunyai seorang tetangga yang tidak memperbolehkan anak wanitanya bekerja ketika sudah berumah tangga, alasannya adalah bahwa tempat bekerja adalah ajang perselingkuhan dan wanita pekerja biasanya tidak menaruh hormat kepada suaminya. Sedikit celah ini yang kadang dipakai orang untuk menggeneralisasi semua wanita.
Yang penting menurut saya buat para kaum hawa adalah
Kodrat sebagai wanita, jangan lupakan kodrat Anda sebagai wanita, Tuhan sudah menciptakan Anda berbeda dari pria. Wanita diciptakan bukan untuk menggantikan pria
Pendidikan anak adalah tanggungjawab bersama didalam keluarga meskipun mungkin posisi bahkan penghasilan Anda lebih besar dari pasangan Anda.
Menjadi penolong yang sepadan, Tuhan sudah menciptakan Anda sebagai penolong yang sederajat untuk pasangan Anda.
Semoga tulisan sederhana ini ada manfaatnya bagi pembaca.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s