Level 42


Pernahkah Anda merenung tentang ke-tuaan. Akhir akhir ini saya sering merenungkannya, entah karena saya memang sudah beranjak tua atau karena sebab lain yang tidak jelas. Namun ketuaan selalu identik dengan ketiada berdayaan, turunnya beberapa kemampuan tubuh yang sudah tidak sehebat pada saat usia masih kepala 2 atau kepala 3. Sekarang saya sudah level 42, kepala empat. Maksud hati masih ingin menyantap banyak makanan yang lezat lezat namun mesti mengingat bahwa tubuh tak lagi sehebat masa lalu. Maklum segala sistem tubuh ini sudah dipakai selama 42 tahun. Goreng-gorengan harus banyak dikurangi, sayur mayur dan buah buahan harus ditambah porsinya, olah raga juga harus rutin, kebiasaan hidup juga harus lebih santai ( semeleh kata orang Jawa ). Pengennya ini dan itu tetapi kekuatan badan serasa tidak seperkasa dulu, maunya bekerja keras tetapi kegerimisan saja sebentar sudah kena flu yang bisa hampir seminggu jika bersama dengan batuk. Namun segala sesuatu memang harus dijalani, satu hal yang tak mampu dibendung manusia adalah usia, kemanapun dia berjalan manusia hanya bisa menuruti saja. Tinggal bagaimana kita mengisi hari hari kita, dengan banyak berinteraksi dengan berbagai macam manusia seolah memperkaya bathin kita. Dengan banyak memberi nasihat pada yang lebih muda serasa membuat diri ini muda kembali. Marilah kita tetap berarti meskipun usia tidak lagi muda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s