MLM vs jualan bakso


Teman saya seorang pebisnis MLM pernah menawari calon prospeknya dengan cara memperbandingkan antara bisnis MLM dengan bisnis membuka warung bakso.  Begini ceritanya : Pak,  bisnis yang kita tawarkan ini sebenarnya gak mahal loh pak, hanya 599 US$ coba kalau dikurs berapa ( angka pada saat itu 1 US$ = 12.000 IDR, kalikan sendiri deh ).  Bandingkan pak dengan bapak memulai bisnis warung bakso.  Harus punya tempat, peralatan masak, supplier, kursi dan meja, bahan bahan, tenda dan sebagainya.  Hitunglah pak apakah itu tidak lebih dari 5 juta.  Sedangkan dengan bisnis MLM anu yang saya tawarkan ini berarti bapak sudah punya bisnis sendiri, komisinya dollar pula.  Bagaimana pak.? Si Bapak balik bertanya pada rekan saya tadi :” Wah sorry ya mas kalau bisnis MLM anda bandingkan dengan bisnis bakso itu ndak fair kan? Masak membandingkan kucing dengan onta misalnya.  Meskipun masih dibidang bisnis namun sistem yang ditawarkan berbeda, cara bisnis berbeda, produk berbeda apakah itu fair pak?
Itu sekelumit percakapan yang barangkali saja juga pernah saudara dengar atau alami bersama.  Memperbanding kan dua “mahluk” yang tidak sama adalah tidak fair.  Tetapi ini sering dilakukan oleh pebisnis MLM, tujuannya menggiring pada nilai rupiah dan manfaat yang didapatkan.  Sama sama mengeluarkan uang tetapi si pembeli selalu diiming imingi dengan kalimat kalimat : “ini bisnismu sendiri”, “ini bisnis internasional”, “ komisi mu dollar”, dan sebagainya dan sebagainya yang manis manis.  Biasanya jarang pebisnis MLM yang mau bilang pahitnya, kecuali kita sudah mengenal baik dengan upline.  Yang penting rekrut, rekrut, rekrut ….  Ini berbahaya karena seolah olah kita merasa “tertipu” atau ada fakta yang disembunyikan.  Misalnya saja :” bapak akan mendapatkan komisi 100 US$ setiap kali mensponsori 1 orang secara langsung,….” Apakah janji itu menarik ?  Sangat menarik sekali namun ada lanjutannya dan syaratnya yaitu komisi sebesar itu hanya berlaku selama 2 bulan saja atau kalau dalam 2 bulan anda mendapatkan sponsor langsung sebanyak 12 orang.  Syarat dibelakang ini kerap tidak diungkapkan dalam presentasi presentasi.  Sebenarnya ini sangat mengecewakan para calon prospek yang mendengarkan, seolah mereka dibodohi karena si upline hanya mengejar yang 100US$ itu saja.
Oleh karena itu ketika akan bergabung dengan perusahaan MLM saya selalu menyarankan pelajari dulu, kalau perlu search di Google. Calon prospek harap berpikir secara logis dan bukan emosional.  Karena memang mereka yang bergelut di MLM sudah didesain seemikian rupa dalam berbicara untuk bisa memancing emosi calon prospek untuk tidak berpikir lebih panjang lagi.  Mereka selalu didikte dengan follow up terus jangan lupa, tujuannya pasti yaitu mengingatkan calon downline supaya tetap ingat, yang kedua supaya tidak terlalu lama berpikir yang ujung ujungnya bisa membatalkan bergabung.  Bisnis is bisnis apapun yang akan Anda tekuni tetap gunakan akal sehat, semoga bermanfaat.

One thought on “MLM vs jualan bakso

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s