UU Pornografi


Undang Undang Pornografi sudah disahkan, namun masih menyisakan ganjalan ganjalan disekitarnya.  Diantaranya ada masyarakat Bali yang menolaknya, masyarakatn Menado menolaknya.  Sebenarnya hampir disetiap kota terjadi pro dan kontra terhadap UU ini.  Namun apa mau dikata semua sudah disahkan.  Menggaris bawahi tulisan Roy Suryo di Kedaulatan Rakyat tanggal 1 Nopember 2008, ada dua hal yang menurut saya sangat menarik yaitu pornografi bukan konsumsi publik tetapi adalah konsumsi privat/pribadi.  Kemudian adanya pasal yang memperbolehkan elemen masyarakat ikut memantau bahkan tidak perlu menunggu Polisi, jika ada kegiatan berbau porno bisa langsung mencegahnya.  Padahal masyarakat sendiri masih anut grubyug artinya “porno” itu apa sih? Apakah mereka sudah paham ? Saya sendiri khawatir masyarakat tertentu bisa menafsirkan sendiri dan melakukan tindakan main hakim sendiri terhadap suatu kejadian yang dianggapnya porno. Kalau sudah begini kan jadinya suatu “pembolehan” elemen masyarakat tertentu melakukan sweeping  – anarkisme- kepada yang lain.  Ini bisa repot, karena tahu sendiri lah di negara kita ini tindakan main hakim sendiri masih sering dilakukan golongan tertentu ( padahal mereka sebenarnya tidak tahu apa apa, hanya mengandalkan otot semata tanpa otak ).
Orang waras semua setuju pornografi dilarang, tetapi kita lihat saja apakah moralitas bangsa ini akan jadi lebih baik. Dari sejak dulu DVD dan VCD porno juga sudah dilarang, tetapi masih juga diperdagangkan.  Bagaimana dengan pusat pusat lokalisasi semacam Pasar Kembang – Yogyakarta, nah loh.  Sebuah dilema dan inkonsistensi rupanya, tapi marilah ini menjadi sebuah perenungan bahwa PORNO itu bukan dimulut tetapi di OTAK.  Mau diapain juga kalau otaknya sudah porno, apapun bisa jadi porno, bukan begitu.  Sesuatu yang dilarang biasanya semakin dicari, semoga ini menjadi perhatian bersama.

One thought on “UU Pornografi

  1. yanti

    Yah… proses.. pendewasaan yang terpanjang sepanjang sejarah umat manusia adalah yang berhubungan dengan pornografi… buktinya.. yang namanya pelacuran.. tidak pernah tidak ada dalam sejarah apapun dinegara manapun dalam masa / tahun apapun…

    KIta memang tidak boleh berhenti… terus dan terus….

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s