Allah yang tak terbatas

Sesungguhnya langit, bahkan langit yang mengatasi segala langitpun tidaklah dapat memuat Engkau, terlebih lagi rumah yang kudirikan ini.

( 2 Tawarikh 6:18 )

Raja Salomo sadar bahwa bait Allah yang ia dirikan tidak akan berarti apa apa jika Allah tidak berdiam didalamnya. Namun Salomo pun menyadari bahwa sesungguhnya Allah tidak bisa hanya dibatasi didalam Bait Allah itu saja. Allah adalah pencipta sekaligus pemilik semesta ini. Manusia atau apapun juga tak mampu membatasiNya. Ia berdaulat penuh atas seluruh alam semesta. Masihkah kita membatasi kehadiranNya, membatasi karyaNya ?

 

Iklan

Kemudahan atau Kemalasan

Sekarang banyak ojek online di kota kota besar. Tidak luput juga Kota Jogjakarta, meskipun ada yang kurang setuju namun keberadaannya dirasakan menolong banyak pihak. Mulai dari membuka lapangan pekerjaan bagi pengojek. Juga mempermudah bagi mereka yang membutuhkan angkutan murah karena jika naik bus kota juga murah namun sering waktunya terlalu lama karena harus berputar kesana kemari.

Namun dibalik semua kemudahan yang tersedia kadang kadang saya perhatikan bahwa kemudahan kemudahan tersebut sebenarnya sebagian besar bukan karena kita sedang kesulitan. Artinya kita sebenarnya sedang bermalas malasan. Bermalas malasan untuk ngantri beli pizza. Bermalas malasan untuk ngaterin anak ke sekolah, lebih baik ngelanjutin tidurnya. Bermalas malasan untuk memasak lebih baik beli nakanan lewat Go food, agar bisa ngelanjutin nonton sinetron Koreanya.

Bentuk-bentuk kemudahan ini yang ditawarkan oleh penyedia angkutan online sebagai rspon atas kemalasan kemalasan pelanggannya. Coba kalau kita enggak malas beli lauk, enggak malas anter sekolah, enggak malas memasak maka sudah barang tentu ojek online itu berkurang penghasilannya.

Tapi bukan manusia jika tidak bisa memberi alasan. Maka alsan yang biasa dibangun adalah kita kan berbagi rejeki.

Entahlah benar atau tidak alasan tersebut, tetapi ketika kita masih diberi waktu tentu sebenarnya saya lebih suka mengantar anak sekolah sendiri, memasak sendiri, membeli lauk sendiri, membeli obat sendiri. Karena dibalik itu tentu ada manfaat dari relasi yang dibangun.

Penebar Hoax

Terlepas dari benar atau tidaknya kelompok penebar hoax yang baru saja ditangkap Polisi, sudah selayaknya para pemakai pemula media sosial sadar bahwa dunia yang baru saja dimasukinya itu penuh dengan hal-hal baru.  Jika didunia nyata Anda tidak mudah tertipu maka di dunia maya bisa jadi Anda mudah sekali termakan isyu yang belum pasti kebenarannya.   Hoax adalah hal bohong yang dipublikasikan seolah olah itu sebuah kebenaran. Ketika kebohongan diberitakan terus menerus melalui berbagai media/website/blog/medsos maka orang yang mendengar dan membacanya akan menganggap seolah olah itu adalah kebenaran. Maklum lah baru beberapa gelintir manusia yang paham seluk beluk yang namanya internet. Dan ketika yang jahat itu lebih menguasai dunia internet maka kita pun mudah terperdaya olehnya.

Sangat perlu sekali kita melakukan cross cek dengan media media resmi seperti Kompas, Detik dan sebagainya. Mereka sebuah perusahaan yang mempunya sekelompok orang yang melakukan pengujian sebelum berita itu muncul sebagai berita yang dikonsumsi publik. Sedangkan para penebar hoax hanya sekelompok pecundang yang dengan sengaja memberitakan hal hal yang kebanyakan bersifat melawan pemerintah dengan logika kebenarannya sendiri/menurut kelompoknya sendiri. Mengajak ajak orang untuk mengkritisi pemerintah tidaklah salah , namun menebar kebohongan adalah sebuah tindakan jahat. Orang orang awam sebagai pemula di dunia internet ada yang sebelum mendengar internet mereka adalah manusia yang bener bener awam, baca koran juga kagak pernah, denger radio juga bukan berita, lihat tipi ya Cuma infotainment. Ketika diperhadapkan dengan internet yang penuh kenyataan , penuh gambar maka mereka langsung terhipnotis, termakan dengan beritanya. Ini sekaligus menjadi tugas bagi mereka yang sudah lebih paham dunia maya untuk memberi masukan dan meluruskan kembali apa yang selama ini oleh para pemula dianggap sebagai sebuah kebenaran.

Semoga dengan ditangkapnya penebar kebohongan, penebar kebencian, Indonesia menjadi semakin maju semakin cerdas.

 

Reuni (lagi) 2017

Sabtu  17 Juni 2017 kemaren adalah hari yang bagi saya sangat menyenangkan. Karena saat itu kami alumni SMA Widya Wacana khususnya kelas 3 IPA 2 mengadakan reuni kecil.  Setidaknya 22 mantan siswa berkumpul di Solo, tempat dimana sekolah kami berada. Ada yang datang dari Jakarta, Tangerang, Gresik, Surabaya, Yogyakarta, Pacitan, Semarang.  Seru sekali, meskipun acara yang dilakukan sangat sederhana namun keakraban kami terjalin kembali. Keakraban yang selama ini hanya terjalin lewat Grup Whatsapp kin bisa lebih akrab dengan adanya jumpa darat atau kopi darat.

Sabtu siang itu kami semua berkumpul di Rumah makan d cost yang terletak di Robinson Mall Solo, satu lokasi dengan Swiss Bell Saripetojo Hotel tempat saya menginap. Diawali dengan makan siang bersama sambal bersenda gurau mengenang peristiwa peristiwa yang berkesan di masa kami masih SMA.  Tentu dilanjutkan dengan foto bersama.

Usai dikenyangkan dengan makan siang kami meluncur menuju SMA Widya Wacana di jalan Purwopuran atau di belakang resto Timlo SOLO.  Disana kami disambut Pak Muhadi yang dulu memiliki warung didepan sekolah kami.  Di sekolah itu kami napak tilas dengan cara memasuki Kelas dimana kami semua pernah memakainya saat itu.  Disana seperti biasa kami yang sudah separuh baya ini seakan lupa bahwa kami sudah setengah abad mengarungi kehidupan ini. Memang kata tua hanya disebutkan oleh mereka yang beda usia. Untuk yang seusia tidak ada kata tua, artinya sama mudanya. Disanapun kita berfoto dengan duduk di bangku siswa seolah sedang menjadi siswa SMA. Oh betapa lucunya ketika ini dilihat oleh para siswa SMA yang sebenarnya.  Namun justru disitu letak keakrabannya, kita tidak punya “rasa malu” lagi. Kami mengakhiri kunjungan singkat itu sambal memberi cindera mata tanda kasih buat Pak Muhadi, beliau Nampak senang bisa bertemu dengan mantan siswa yang Bengal Bengal ini.

Lanjut perjalanan ke Hotel Swiss Bell, kami sejenak beristirahat, mandi mandi dan bersiap untuk melanjutkan acara di malam hari. Apalagi kalau bukan icip icip kuliner.  Kami harus berbesar hati ketika salah seorang teman kami Sri Mulyo atau lebih dikenal dengan Si Doel harus pulang kembali ke Jogja lebih awal dikarenakan putra tercintanya sakit.

Malam hari kami melanjutkan perkulineran kami ke Nasi Liwet mbok Inem di Solo baru, waktu itu hari belum sampai jam 7 malam.  Seusai dari sana rombongan melanjutkan perjalanan menuju Kafe angkringan Gula Klapa yang berlokasi di Kartasura, cukup jauh dari Kota namun cukup mudah dicapai karena lokasinya di jalan raya Kartasura. Kafe angkringan ini punya halaman parkir mobil cukup luas dan lokasi untuk nongkrong pun tertata dengan baik. Ada yang untuk rombongan besar maupun grup kecil, grup keluarga, pasangan.  Disana juga ada hiburan Live Music, yang saat itu kebetulan salah seorang kawan kita Ninik menyumbangkan 2 lagu yang sangat berkesan buat kita semua. Selepas dari Gula Klapa beberapa teman berpamitan karena sudah akan pulang keesokan paginya, sungguh mengharukan pertemuan singkat ini sangat mengesankan.

IMG-20170619-WA0059

Cuss kembali keHotel kami beberapa orang merasa masih belum sembuh kangennya. Dilanjutkan dengan ngobrol dan ngopi lagi di sebuah Café kecil yang bernama Omah Londo. Sebuah kafe bernuansa vintage kekunoan. Pernik kuno, benda benda kuno, lantai kuno aaah pokoknya cocok sangat untuk kami yang juga sudah agak agak kuno ini. Waktu bergulir begitu cepat sehingga sudah menunjukkan pukul 00.00, kamipun bergegas kembali ke Hotel untuk beristirahat.

Keesokan harinya kawan kami yang Surabaya dan Gresik meluncur dengan kereta 07.40 dari Stasiun Balapan. Saya masih menemani Jack Joko berbelanja bingkisan lebaran di Hartono Mall Solo, setelah sebelumnya sarapan kedua dengan Tahu Kupat Solo yang sangat ngangeni.

Ah ngga terasa waktu berlari dan 16.10 sudah tiba, sayapun kembali ke Jogja. Semalam di SOLO penuh kenangan tak terlupakan.

Review handphone Coolpad Max Lite R 108

Dua bulan lalu saya menerima pemberitahuan dari official Whats App, yang intinya memberitahu bahwa perangkat yang saya pakai sudah tidak bisa lagi dipakai untuk ber whats app.  Saat itu saya memakai piranti Blackberry Q10. Apa mau dikata saya harus mengganti perangkat saya dengan yang lebih modern sebab saya memerlukan whats app sebagai sarana komunikasi.

Setelah melalui saat memilih sayapun jatuh hati pada Coolpad max Lite.  Saya mencari perangkat yang tidak terlalu kecil dan yang pasti tidak panas, kalau bisa sih nge charge nya juga cepat.

Yang saya anggap istimewa juga di Coolpad Max Lite adalah adanya dual space, yaitu dimana ada pembagian ruangan antara ruang pribadi yang berisi segala tetek bengek pribadi kita, mulai WA, blackberry , email dan sebagainya. Lalu ruangan yang bersifat umum yang bisa dipinjam orang tanpa mengganggu privasi kita.  Apalagi dari segi privasi Coolpad sudah dilengkapi dengan fingerprint juga password.  Harganya juga tidak terlalu menguras kantong, fasilitas nya juga okey. Jadilah akhirnya saya membeli Coolpad Max Lite.

Adapun serie yang saya beli adalah :

Model  : coolpad R 108

OS : Android 5.1

Processor : Octa core 1,4 Ghz

Display : 5,5 “ HD IPS

Memory   : 3 GB RAM, 16 GB ROM

Rear camera : 13 M

Front camera : 5 M

Battery : 2500 mAh

Size  : 154,5 mm x 76,5 mm x  8,7 mm

SIM  : dual GSM

Bila kita membeli sudah diberikan free back cover atau cover pelindung transparan untuk bagian belakang handphone, mengingat aksesoris ini belum tentu ada dipasaran untuk saat ini.

Bila Anda tertarik silakan memperolehnya di toko toko gadget di kota Anda

 

 

 

 

Mengapa saya puas memakai produk Apple

Tulisan ini saya tujukan bagi mereka yang belum pernah memakai produk Apple, semacam iPhone, iPod atau iPad.  Bagi mereka yang sudah memakainya boleh mengabaikannya karena tulisan ini bersifat sangat umum.

Dahulu saya menganggap Produk Apple adalah mahal.

Namun setelah mengenal lebih jauh dan kemudian memakainya, barulah saya tahu bahwa Apple benar benar sebuah produk yang sangat bagus.

Saya memakai produk Apple pertama kali dengan cara membeli bekas.  Saya membeli sebuah iPad bekas yang masih baik dari sebuah toko yang saya tahu bahwa pemiliknya seorang yang paham produk tersebut. Artinya bukan sekedar penjual belaka.

Saya sangat puas dengan kinerjanya, saya merasakan memakai sesuatu computer kecil yang bisa diajak serius tetapi juga bisa diajak untuk bermain game. Game yang saya suka adalah Candy Crush Saga.  Saya selalu membawa iPad kuno saya kemana saya pergi hanya untuk sekedar browsing membaca berita ketika ada wifi dan juga bermain candy crush saga ketika mengisi waktu.

Sebuah pengalaman yang menyenangkan lainnya masih saya peroleh ketika saya mulai menggemari lagu-lagu yang dijual di iTunes. Sebuah pengalaman yang luar biasa bisa membeli koleksi lagu lagu original di iTunes. Salah satu yang saya sukai adalah ketika saya bisa memPreview dengar lagu atau music yang hendak saya beli. Jadi saya bisa benar benar membeli lagu yang benar benar saya inginkan. Lagipula saya tak perlu membeli satu album lagu, lagu bisa saya peroleh secara satuan, meskipun ada juga lagu yang tak bisa saya beli secara satuan ketika saya tak membeli albumnya secara utuh. Oke lah itu memang saya hargai untuk produk lagu yang merupakan Hits atau unggulan. Secara keseluruhan saya sangat puas denga fasilitas iTunes dari Apple.

Mulailah saya juga membeli produk iPhone 3 waktu itu, iPhone 3 ini saya berikan untuk anak saya. Akibatnya anak saya begitu “kecanduan” karena menemukan pengalaman yang berbeda ketika memakai produk ini. Diapun memakainya sambal terus mengupdatenya ke iPhone 5 dan sekarang ke iPhone 6s.  Saya sendiri memakai iPhone 5, karena menurut saya kebutuhan saya sudah banyak terpenuhi dengan hanya memakai iPhone 5. Mulai dari bertelepon, ber SMS, memakai media social, memakai streaming, membuat foto, membuat video kecil, mendengarkan music, menulis email dan sebagainya.

Satu lagi yang membuat saya tidak bisa meninggalkan iPhone yaitu karena lagu-lagu yang saya beli sudah cukup berharga bagi saya untuk meninggalkannya. Lagu lagu tersebut akan mengikuti iPhone saya ketika saya menggantinya dengan seri yang lebih baru karena iPhone menyimpan lagu lagu saya didalam servernya untuk kemudian menyalin kembali ketika saya memakai produk iPhone yang lebih baru. Sangat praktis, aman dan nyaman.

Akhirnya sayapun membeli produk iPod yaitu sebuah pemutar file musik yang bisa memutar semua file musik yang sudah saya beli dari iTunes. Produk iPod adalah khusus memutar musik dan memutar video juga. Saya membelinya karena menganggap bahwa mendengarkan musik harus saya pisahkan dari urusan bertelepon. Saat mendengarkan musik saya tak mau diganggu dengan jeda jeda sms atau telepon. Untuk itulah saya memakai iPod Nano.  Konektivitas nya yang bisa memakai Bluetooth membuat saya semakin senang karena saya bisa mendengarkan melalui Headphones yang mendukung bluetooth, suaranya sangat mengagumkan.

Itu sedikit apa yang bisa saya ceritakan mengenai mengapakah saya begitu puas memakai Apple. Bagaimana dengan Anda?

http://www.apple.com/id/iphone/

Panama Papers yang bikin keder

Ditengah tengah maraknya pemberantasan korupsi oleh KPK didalam negeri. Tiba tiba kita dihentakkan oleh berita dengan judul Panama Papers. Rasa rasanya sebagai orang awam saya tidak terlalu paham dengan istilah tersebut.  Mulanya Tabloid TEMPO memuat pada edisinya tertanggal 5 April 2016, berita tersebut ditempatkan pada halaman 7.  Berita tersebut dipublikasikan secara serentak oleh labih kurang 100 media di seluruh dunia.

Lantas apa sebenarnya Panama Papers tersebut? Panama Papers tidak lain sebuah daftar nama yang bersifat bocoran. Nama nama yang dibocorkan tersebut adalah yang menjadi Klien dari sebuah perusahaan Firma Hukum asaal Panama yang bernama Mossack Fonseca. Oleh Karen itu skandalnya disebut sebagai Panama Papers merujuk pada asal perusahaan Firma Hukum tersebut.

Adapun nama nama mereka tercantum disana karena konon pernah memakai Firma tersebut untuk mendirikan perusahaan di yurisdiksi bebas pajak di luar negeri. Ada banyak nama pengusaha Indonesia yang tercantum disana. Bahkan pengusaha pengusaha yang masuk majalah Forbes pun pernah memakai jasa Firma Hukum asal Panama tersebut.

Inilah hasil kerja selama setahun ratusan jurnalis yang berasal dari 76 negara yang sudah bekerja semenjak tahun 2015. Mereka tergabung didalam The International Consortium of Investigative Journalists ( ICU ). TEMPO mulai bergabung semenjak tahun 2015 melalui surat elektronik Dari Deputi Direktur ICU Marina Walker Guevara.

Selamat buat kerja keras ini, kerja keras yang sangat bersinergi dengan arah kebijakan Pemerintahan Jokowi. Semoga ini menjadi feeder yang baik untuk Pemerintah Jokowi untuk menciptakan pemerintahan yang bebas korupsi.

Disarikan dari Tabloid berita TEMPO