Reuni (lagi) 2017

Sabtu  17 Juni 2017 kemaren adalah hari yang bagi saya sangat menyenangkan. Karena saat itu kami alumni SMA Widya Wacana khususnya kelas 3 IPA 2 mengadakan reuni kecil.  Setidaknya 22 mantan siswa berkumpul di Solo, tempat dimana sekolah kami berada. Ada yang datang dari Jakarta, Tangerang, Gresik, Surabaya, Yogyakarta, Pacitan, Semarang.  Seru sekali, meskipun acara yang dilakukan sangat sederhana namun keakraban kami terjalin kembali. Keakraban yang selama ini hanya terjalin lewat Grup Whatsapp kin bisa lebih akrab dengan adanya jumpa darat atau kopi darat.

Sabtu siang itu kami semua berkumpul di Rumah makan d cost yang terletak di Robinson Mall Solo, satu lokasi dengan Swiss Bell Saripetojo Hotel tempat saya menginap. Diawali dengan makan siang bersama sambal bersenda gurau mengenang peristiwa peristiwa yang berkesan di masa kami masih SMA.  Tentu dilanjutkan dengan foto bersama.

Usai dikenyangkan dengan makan siang kami meluncur menuju SMA Widya Wacana di jalan Purwopuran atau di belakang resto Timlo SOLO.  Disana kami disambut Pak Muhadi yang dulu memiliki warung didepan sekolah kami.  Di sekolah itu kami napak tilas dengan cara memasuki Kelas dimana kami semua pernah memakainya saat itu.  Disana seperti biasa kami yang sudah separuh baya ini seakan lupa bahwa kami sudah setengah abad mengarungi kehidupan ini. Memang kata tua hanya disebutkan oleh mereka yang beda usia. Untuk yang seusia tidak ada kata tua, artinya sama mudanya. Disanapun kita berfoto dengan duduk di bangku siswa seolah sedang menjadi siswa SMA. Oh betapa lucunya ketika ini dilihat oleh para siswa SMA yang sebenarnya.  Namun justru disitu letak keakrabannya, kita tidak punya “rasa malu” lagi. Kami mengakhiri kunjungan singkat itu sambal memberi cindera mata tanda kasih buat Pak Muhadi, beliau Nampak senang bisa bertemu dengan mantan siswa yang Bengal Bengal ini.

Lanjut perjalanan ke Hotel Swiss Bell, kami sejenak beristirahat, mandi mandi dan bersiap untuk melanjutkan acara di malam hari. Apalagi kalau bukan icip icip kuliner.  Kami harus berbesar hati ketika salah seorang teman kami Sri Mulyo atau lebih dikenal dengan Si Doel harus pulang kembali ke Jogja lebih awal dikarenakan putra tercintanya sakit.

Malam hari kami melanjutkan perkulineran kami ke Nasi Liwet mbok Inem di Solo baru, waktu itu hari belum sampai jam 7 malam.  Seusai dari sana rombongan melanjutkan perjalanan menuju Kafe angkringan Gula Klapa yang berlokasi di Kartasura, cukup jauh dari Kota namun cukup mudah dicapai karena lokasinya di jalan raya Kartasura. Kafe angkringan ini punya halaman parkir mobil cukup luas dan lokasi untuk nongkrong pun tertata dengan baik. Ada yang untuk rombongan besar maupun grup kecil, grup keluarga, pasangan.  Disana juga ada hiburan Live Music, yang saat itu kebetulan salah seorang kawan kita Ninik menyumbangkan 2 lagu yang sangat berkesan buat kita semua. Selepas dari Gula Klapa beberapa teman berpamitan karena sudah akan pulang keesokan paginya, sungguh mengharukan pertemuan singkat ini sangat mengesankan.

IMG-20170619-WA0059

Cuss kembali keHotel kami beberapa orang merasa masih belum sembuh kangennya. Dilanjutkan dengan ngobrol dan ngopi lagi di sebuah Café kecil yang bernama Omah Londo. Sebuah kafe bernuansa vintage kekunoan. Pernik kuno, benda benda kuno, lantai kuno aaah pokoknya cocok sangat untuk kami yang juga sudah agak agak kuno ini. Waktu bergulir begitu cepat sehingga sudah menunjukkan pukul 00.00, kamipun bergegas kembali ke Hotel untuk beristirahat.

Keesokan harinya kawan kami yang Surabaya dan Gresik meluncur dengan kereta 07.40 dari Stasiun Balapan. Saya masih menemani Jack Joko berbelanja bingkisan lebaran di Hartono Mall Solo, setelah sebelumnya sarapan kedua dengan Tahu Kupat Solo yang sangat ngangeni.

Ah ngga terasa waktu berlari dan 16.10 sudah tiba, sayapun kembali ke Jogja. Semalam di SOLO penuh kenangan tak terlupakan.

Review handphone Coolpad Max Lite R 108

Dua bulan lalu saya menerima pemberitahuan dari official Whats App, yang intinya memberitahu bahwa perangkat yang saya pakai sudah tidak bisa lagi dipakai untuk ber whats app.  Saat itu saya memakai piranti Blackberry Q10. Apa mau dikata saya harus mengganti perangkat saya dengan yang lebih modern sebab saya memerlukan whats app sebagai sarana komunikasi.

Setelah melalui saat memilih sayapun jatuh hati pada Coolpad max Lite.  Saya mencari perangkat yang tidak terlalu kecil dan yang pasti tidak panas, kalau bisa sih nge charge nya juga cepat.

Yang saya anggap istimewa juga di Coolpad Max Lite adalah adanya dual space, yaitu dimana ada pembagian ruangan antara ruang pribadi yang berisi segala tetek bengek pribadi kita, mulai WA, blackberry , email dan sebagainya. Lalu ruangan yang bersifat umum yang bisa dipinjam orang tanpa mengganggu privasi kita.  Apalagi dari segi privasi Coolpad sudah dilengkapi dengan fingerprint juga password.  Harganya juga tidak terlalu menguras kantong, fasilitas nya juga okey. Jadilah akhirnya saya membeli Coolpad Max Lite.

Adapun serie yang saya beli adalah :

Model  : coolpad R 108

OS : Android 5.1

Processor : Octa core 1,4 Ghz

Display : 5,5 “ HD IPS

Memory   : 3 GB RAM, 16 GB ROM

Rear camera : 13 M

Front camera : 5 M

Battery : 2500 mAh

Size  : 154,5 mm x 76,5 mm x  8,7 mm

SIM  : dual GSM

Bila kita membeli sudah diberikan free back cover atau cover pelindung transparan untuk bagian belakang handphone, mengingat aksesoris ini belum tentu ada dipasaran untuk saat ini.

Bila Anda tertarik silakan memperolehnya di toko toko gadget di kota Anda

 

 

 

 

Mengapa saya puas memakai produk Apple

Tulisan ini saya tujukan bagi mereka yang belum pernah memakai produk Apple, semacam iPhone, iPod atau iPad.  Bagi mereka yang sudah memakainya boleh mengabaikannya karena tulisan ini bersifat sangat umum.

Dahulu saya menganggap Produk Apple adalah mahal.

Namun setelah mengenal lebih jauh dan kemudian memakainya, barulah saya tahu bahwa Apple benar benar sebuah produk yang sangat bagus.

Saya memakai produk Apple pertama kali dengan cara membeli bekas.  Saya membeli sebuah iPad bekas yang masih baik dari sebuah toko yang saya tahu bahwa pemiliknya seorang yang paham produk tersebut. Artinya bukan sekedar penjual belaka.

Saya sangat puas dengan kinerjanya, saya merasakan memakai sesuatu computer kecil yang bisa diajak serius tetapi juga bisa diajak untuk bermain game. Game yang saya suka adalah Candy Crush Saga.  Saya selalu membawa iPad kuno saya kemana saya pergi hanya untuk sekedar browsing membaca berita ketika ada wifi dan juga bermain candy crush saga ketika mengisi waktu.

Sebuah pengalaman yang menyenangkan lainnya masih saya peroleh ketika saya mulai menggemari lagu-lagu yang dijual di iTunes. Sebuah pengalaman yang luar biasa bisa membeli koleksi lagu lagu original di iTunes. Salah satu yang saya sukai adalah ketika saya bisa memPreview dengar lagu atau music yang hendak saya beli. Jadi saya bisa benar benar membeli lagu yang benar benar saya inginkan. Lagipula saya tak perlu membeli satu album lagu, lagu bisa saya peroleh secara satuan, meskipun ada juga lagu yang tak bisa saya beli secara satuan ketika saya tak membeli albumnya secara utuh. Oke lah itu memang saya hargai untuk produk lagu yang merupakan Hits atau unggulan. Secara keseluruhan saya sangat puas denga fasilitas iTunes dari Apple.

Mulailah saya juga membeli produk iPhone 3 waktu itu, iPhone 3 ini saya berikan untuk anak saya. Akibatnya anak saya begitu “kecanduan” karena menemukan pengalaman yang berbeda ketika memakai produk ini. Diapun memakainya sambal terus mengupdatenya ke iPhone 5 dan sekarang ke iPhone 6s.  Saya sendiri memakai iPhone 5, karena menurut saya kebutuhan saya sudah banyak terpenuhi dengan hanya memakai iPhone 5. Mulai dari bertelepon, ber SMS, memakai media social, memakai streaming, membuat foto, membuat video kecil, mendengarkan music, menulis email dan sebagainya.

Satu lagi yang membuat saya tidak bisa meninggalkan iPhone yaitu karena lagu-lagu yang saya beli sudah cukup berharga bagi saya untuk meninggalkannya. Lagu lagu tersebut akan mengikuti iPhone saya ketika saya menggantinya dengan seri yang lebih baru karena iPhone menyimpan lagu lagu saya didalam servernya untuk kemudian menyalin kembali ketika saya memakai produk iPhone yang lebih baru. Sangat praktis, aman dan nyaman.

Akhirnya sayapun membeli produk iPod yaitu sebuah pemutar file musik yang bisa memutar semua file musik yang sudah saya beli dari iTunes. Produk iPod adalah khusus memutar musik dan memutar video juga. Saya membelinya karena menganggap bahwa mendengarkan musik harus saya pisahkan dari urusan bertelepon. Saat mendengarkan musik saya tak mau diganggu dengan jeda jeda sms atau telepon. Untuk itulah saya memakai iPod Nano.  Konektivitas nya yang bisa memakai Bluetooth membuat saya semakin senang karena saya bisa mendengarkan melalui Headphones yang mendukung bluetooth, suaranya sangat mengagumkan.

Itu sedikit apa yang bisa saya ceritakan mengenai mengapakah saya begitu puas memakai Apple. Bagaimana dengan Anda?

http://www.apple.com/id/iphone/

Panama Papers yang bikin keder

Ditengah tengah maraknya pemberantasan korupsi oleh KPK didalam negeri. Tiba tiba kita dihentakkan oleh berita dengan judul Panama Papers. Rasa rasanya sebagai orang awam saya tidak terlalu paham dengan istilah tersebut.  Mulanya Tabloid TEMPO memuat pada edisinya tertanggal 5 April 2016, berita tersebut ditempatkan pada halaman 7.  Berita tersebut dipublikasikan secara serentak oleh labih kurang 100 media di seluruh dunia.

Lantas apa sebenarnya Panama Papers tersebut? Panama Papers tidak lain sebuah daftar nama yang bersifat bocoran. Nama nama yang dibocorkan tersebut adalah yang menjadi Klien dari sebuah perusahaan Firma Hukum asaal Panama yang bernama Mossack Fonseca. Oleh Karen itu skandalnya disebut sebagai Panama Papers merujuk pada asal perusahaan Firma Hukum tersebut.

Adapun nama nama mereka tercantum disana karena konon pernah memakai Firma tersebut untuk mendirikan perusahaan di yurisdiksi bebas pajak di luar negeri. Ada banyak nama pengusaha Indonesia yang tercantum disana. Bahkan pengusaha pengusaha yang masuk majalah Forbes pun pernah memakai jasa Firma Hukum asal Panama tersebut.

Inilah hasil kerja selama setahun ratusan jurnalis yang berasal dari 76 negara yang sudah bekerja semenjak tahun 2015. Mereka tergabung didalam The International Consortium of Investigative Journalists ( ICU ). TEMPO mulai bergabung semenjak tahun 2015 melalui surat elektronik Dari Deputi Direktur ICU Marina Walker Guevara.

Selamat buat kerja keras ini, kerja keras yang sangat bersinergi dengan arah kebijakan Pemerintahan Jokowi. Semoga ini menjadi feeder yang baik untuk Pemerintah Jokowi untuk menciptakan pemerintahan yang bebas korupsi.

Disarikan dari Tabloid berita TEMPO

Target sebuah agama bukanlah pada jumlah penganutnya

Belakangan beredar sebuah hasil penelitian dan proyeksi dari Pew Research Centre, dalam penelitian tersebut diperoyeksikan bahwa jumlah penganut agama agama didunia pada tahun 2050 akan mencapa jumlah tertentu.  Saya agak tergelitik dengan adanya survey semacam ini karena menurut pandangan saya bahwa keberhasilan sebuah agama bukan ditentukan oleh berapa jumlah penganutnya. Kalau hanya dinilai dari keberhasilannya meraih penganut maka agama tidak lebih hanya sebuah komoditi yang diperjual belikan untuk meraih omset tertentu. Karena didalam agama yang diniliai lebih banyak ke masalah spiritualitas atau hubungan kita dengan Sang Pencipta yang oleh orang beragama dipanggil Allah atau Tuhan, bukankah demikian.  Sangat memalukan adanya jika ternyata jumlah yang banyak tersebut tidak diiringi dengan kualitas yang baik. Artinya sudah terjadi pergeseran focus dari menjadikan seseorang mengenal Tuhan, melaksanakan kehendakNya, menjauhi laranganNya menjadi berlomba dalam jumlah, asal jumlah tercapai maka seolah olah agama tersebut menjadi pemenang. Tentu ada banyak cara kalau hanya sekedar meningkatkan jumlah penganut agama, salah satunya adalah dengan program memperbanyak kelahiran diantara para penganut yang ingin tercapai jumlah/targetnya. Bukan pada bagaimana melakukan pemeliharaan atau maintenance terhadap iman mereka. Masalah jumlah saya pikir bukan isyu pokok yang menentukan apakah penganutnya akan berkualitas benar benar melaksanakan kehendak nabinya atau Tuhannya atau hanya sekedar sebuah organisasi  yang tidak lebih dari organisasi sekuler berlabel agama, kumpulan orang orang yang melegitimasi dan berbangga hati karena merasa sudah berlabel agama X. Inilah yang rupanya harus disadarkan bagi kita.

Tugas pemimpin umat bukanlah terpaku dalam pencapaian jumlah tertentu namun lebih dari sekedar mempertobatkan mereka yaitu memelihara iman mereka, menyediakan lingkungan/komunitas yang baik bagi pertumbuhan iman penganut agama. Soal jumlah adalah urusan Tuhan, bahwa Tuhan tidak menilai iman seseorang juga dari banyaknya penganut sebuah agama. Sejauh mana kita sebagai umat yang sudah bertobat itu melakukan transformasi menjadi penganut agama yang punya iman yang dewasa, menjadi manusia manusia yang berdampak positif terhadap keluarga, lingkungan dan negaranya. Kita bukan hendak menjadi sebuah batalyon tentara yang akan melawan musuh, namun sesungguhnya orang beragama harus menjadi contoh teladan bagi siapapun yang menjumpainya. Kita seperi kitab yang terbuka yang dibaca semua orang, kadang kadang orang awam melihat agama dari perbuatan kita sehari hari, ketika perbuatan kita ternoda sesungguhnya masyarakat akan menilai langsung kepada agama yang kita anut, meskipun ini juga bukan cara yang bijaksana.

Menambah Like secara cepat di Instagram

Aplikasi penambah Like secara Instan di Instagram

Blognya Mas Har | Tag

Aplikasi penambah Like

Di dalam sosmed Instagram, banyaknya follower dan banyaknya like kadang kadang menjadi kebanggaan tersendiri dikalangan pemakainya, terutama para ABG.  Entah itu dari Negara mana, kenal secara pribadi atau tidak itu menjadi tidak terlalu penting, yang penting follower banyak yang like juga banyak.  Berbeda untuk para online shop yang justru menginginkan market yang benar benar tertarget sesuai dengan produk yang dijualnya.

Kali ini Blognya Mas Har akan memperkenalkan sebuah aplikasi yang akan menunjukkan kepada Anda bahwa kekuatan Tagar atau hashtag di dunia Instagram adalah begitu kuatnya sehingga hanya dengan memanipulasi Tagar maka sebuah foto akan memperoleh like banyak,

Anda harus mendownload aplikasi gratis ini di iTunes untuk pemakai iPhone dan di GooglePlay untuk pemakai Android. Nama aplikasinya adalah TagForLikes.  Aplikasi ini sebenarnya hanya merupakan list atau table kumpulan hashtag/Tagar yang disatukan dalam kelompok kelompok tertentu. Misalnya kategori : Popular, Nature, Weather, Animals, Social/People, Holidays/celebrations, Family, Art/Photigraphy, Urban, Food, Fashion, Celebrities, Entertaintment, Electronics, dan sebagainya.  Jika Anda klik didalam kategori tersebut akan muncul sederetan Tagar yang siap copy dan paste kedalam caption foto yang Anda upload ke Instagram.

Sekali lagi ini hanya untuk sesuatu yang instan sekaligus menunjukkan seberapa kekuatan Tagar didalam Instagram, bukan untuk sesuatu yang serius.  Kecuali Anda menindaklanjutinya dengan memFollow mereka yang melakukan Like dan dibalas dengan Follow oleh mereka, ini akan meningkatkan Follower Anda secara instan juga.

Selamat mencoba,

 

Membuat badge Instagram di Blog

Bagaimana membuat Blog Anda cantik dengan menambah badge Instagram

Bagi Anda yang memiliki akun Instagram sekaligus juga akun Blog, misalnya Blogspot.  Akan menjadi menarik untuk memasang Badge Instagram Anda di Blog. Tujuan utamanya adalah untuk menarik traffic dari pembaca blog agar menjadi follower di Instagram juga.  Sedangkan untuk kepentingan bisnis maka Instagram bisa menjadi Etalase produk-produk yang Anda perdagangkan secara lebih lengkap dan detil.

Adapun caranya perhatikanlah diagram dibawah ini :

Blognya Mas Har

Cara membuat Badge Instagram di Blogspot

Lantas setelah muncul Kode, copylah kode tersebut secara keseluruhan kemudian paste ke Widget di Blogspot Anda seperti biasanya. yaitu HTML Widget. Maka di tampilan sidebar Blog Anda akan muncul gambar sebagai berikut :

Blognya Mas Har

Tampilan di Blog

Demikianlah caranya, semoga bermanfaat,