Author Archive for Universitas Kehidupan

14
Nov
09

Kondom bergetarrr…

Kondom Bergetar

Membaca di detik.com tentang adanya kondom bergetar ini membuat saya penasaran. Betapa tidak, dari namanya saja sudah membuat penasaran. Dikatakan bahwa kondom tersebut akan membuat wanita yang sulit mencapai orgasme akan terbantu karenanya. Ternyata setelah saya baca, kondom tersebuat adalah buatan Sutera. Kondom tersebut dilaunching bersamaan dengan penobatan Julia Perez sebagai duta kondom ( ada ada saja ). Berikut kutipannya :
Bentuk dari kondom bergetar ini sama dengan kondom biasa, yaitu terbuat dari bahan latex, tipis, transparan dan elastis. Hanya bedanya, dalam satu paket alat kondom bergetar ini, ada satu perangkat tambahan yang berbentuk seperti cincin elastis dimana sebuah baterai terpasang bersamanya.

Untuk pemakaiannya, pertama pasang dulu kondom seperti biasa kemudian cincin yang ada baterainya dipasang di bagian belakangnya. Kemudian tekan tombol yang ada di bagian baterai kondom pun langsung bergetar.

Kondom bergetar itu juga dilengkapi dengan cairan yang berfungsi sebagai pelicin bila cairan pada wanita sudah berkurang atau ‘kering’. Kondom terobosan baru yang diproduksi oleh Sutra ini diharapkan bisa meningkatkan kualitas pasangan, terutama suami istri.

OOOh ternyata yang bergetar itu adalah perangkat tambahannya, jadi semacam mini sex toys yang bertugas menggelitik klitoris. Karena alat tersebut ketika dipakai berhubungan seks pastilah akan mengarah tepat ke lokasi klitoris. Jadi rangsangan yg timbul akan bertambah dengan dipakainya alat ini. Luar biasa perusahaan Sutera telah berhasil membundling sex toys dengan kondom produksinya. Tentunya bagi yang belum pernah bersentuhan dengan sex toys seperti ini akan merasa canggung dan agak mengganjal begitu. Namun jika memang ingin mencobanya tidak ada salahnya. Karena memang tujuannya untuk memberikan sensasi yang berbeda saat Making Love maka alat tersebut sebaiknya dipakai pada saat berhubungan seks, meskipun sebenarnya bisa juga dipakai secara terpisah bagi wanita. Bagi yang tidak ingin mencobanya paling tidak menambah wawasan tentang dunia seks yang sudah semakin berkembang semacam ini.

Sumber utama : http://www.health.detik.com
Gambar : idem

31
Oct
09

Aduh selingkuh lagi…

Bicara tentang perselingkuhan ternyata memang tidak ada habisnya. Selain karena tersedianya media untuk menjalankan selingkuh itu sendiri. Media pun sekarang juga tak hentinya mendengungkan tentang perselingkuhan itu sendiri. Seolah seperti mengaajari orang yang dulunya tidak tahu menjadi mengerti. Berbagai tayangan reality show isinya juga sering mengangkat masalah ini. Sebenarnya era kebebasan dan era keterbukaan nampaknya mesti dicermati lagi. Pendampingan terhadap anak anak dikala menonton tayangan semakin perlu diintensifkan karena kita tak mampu menahan limbah informasi. Sementara pendidikan ditengah keluarga dan pendidikan sekolah nampaknya tak cukup membekali anak dengan penangkalnya. Orang tua mesti pro aktif sendiri menjaga dan membekali anak anak dengan penangkal yang built in.
Kehidupan di perkantoran yang memakan lebih dari sepertiga waktu hidup sehari kitapun sangat membuka kesempatan bagi mereka yang suka mencoba sesuatu bentuk hubungan yang baru dan fresh. Dari janji bertemu makan bersama sampai tidur bersama sekarang sudah bukan hal yang sulit dilakukan. Mulai dari chating, facebook dan berbagai media pendukung yang sebenarnya untuk memudahkan urusan manusia tak pelak punya dampak negatif pula.
Memang hidup dijaman yang serba tipis perbedaan antara yang baik dan buruk ini perlu memiliki iman dan lambaran atau dasar yang kuat bagi diri kita sendiri. Orang orang jaman dahulu sering mengatakan bahwa kalau mengajar anak anak kita bisa dilakukan saat menjelang tidur, rasa rasanya saat bersama disaat menjelang tidurpun juga sudah jarang dimiliki oleh orang tua orang tua yang super sibuk. Nah terserah kita apakah mau menyediakan waktu untuk anak kita tercinta demi pendidikan dan moralnya dimasa mendatang. Semoga..

27
Oct
09

Sulawesi terhindar dari tubrukan Asteroid

Beberapa saat yang lalu atau tepatnya 8 Oktober 2009 kita dikejutkan oleh sebuah ledakan yang terdengar dan terlihat sebagai kilatan cahaya di Bone ( Sulawesi ), para ahli menyatakan bahwa itu adalah Asteroid yang meledak. Saya memperoleh liputannya dari sebuah situs berbahasa Inggris yaitu :

http://www.newscientist.com/article/dn18046-asteroid-blast-reveals-holes-in-earths-defences.html

Kemudian diterjemahkan bebas dalam bahasa Indonesia sebagai berikut :

Ketika Pemerintah AS masih mencari strategi untuk menghadapi asteroid yang berbahaya, sebuah ledakan dramatis terjadi di Indonesia, yang menekankan betapa kita masih buta dalam menghadapi batuan angkasa.

Pada tanggal 8 oktober sebuah asteroid meledak jauh tinggi di atmosfir diatas sulawesi selatan, Indonesia, melepaskan energi sebesar 50ribu ton TNT, berdasarkan perkiraan NASA yang dirilis jumat. Besar kekuatannya kira-kira 3 kali lebih besar dari bom atom yang meratakan hiroshima, yang menyebabkan kejadian ini menjadi salah satu ledakan asteroid yang terbesar yang pernah terpantau.

Namun, ledakan tersebut tidak mengakibatkan kerusakan karena terjadi jauh di atas, sekitar 15-20 kilometer di atas permukaan bumi, demikian kata astronom Peter Brown dari University of Western Ontario (UWO), Kanada.

Brown dan Elizabeth Silber, juga dari UWO, memperkirakan energi ledakan dari gelombang suara infra yang mengalir mengelilingi separuh bumi, dan terekam oleh instrumen jaringan internasional yang biasanya digunakan untuk memantau ledakan nuklir.

Ledakan didengar oleh banyak saksi di Indonesia. Gambar video langit sehabis kejadian menunjukkan jejak debu yang merupakan karakteristik ledakan asteroid.

Tabrakan tiba-tiba

Besar Energi yang dilepaskan mengindikasikan obyek tersebut berlebar 10 meter, demikian menurut peneliti. Obyek seperti itu diperkirakan menubruk bumi kira-kira sekali per dekade.

Tidak ada teleskop yang mendeteksi asteroid tersebut. Tidak mengejutkan, mengingat hanya sebagian kecil asteroid berlebar dibawah 100meter yang terdaftar, kata Tim Spahr, Direktur dari Minor Planet Center di Cambridge, Massachusetts. Namun object sekecil 20-30 meter pun mampu merusak di permukaan, lanjutnya.

“Kalau Anda ingin menemukan obyek terkecil, Anda harus membuat lebih banyak teleskop, lebih besar,” kata Spahr, “Sebuah survey yang mencari semua obyek sebesar 20 meter mungkin akan menghabiskan beberapa milyar dollar (= beberapa puluh trilyun rupiah).”

Gedung putih diharuskan mengembangkan kebijakan untuk menghadapi bahaya asteroid sebelum oktober 2010, sesuai batas waktu yang ditetapkan oleh kongress. Kebijakan tersebut kemungkinan besar akan dipengaruhi oleh laporan dari Dewan Riset Nasional (National Research Council) dalam masalah asteroid, yang diharapkan selesai di akhir tahun ini.




RSS PERKEMBANGAN BERITA TERKINI

  • 'WS Rendra' Bangkit di TIM
    'Willibrordus Surendra Bawana Rendra Brotoatmojo alias WS Rendra' beraksi di Taman Ismail Marzuki (TIM). Rendra seolah hidup kembali melalui sederet karya yang dibawakan para seniman.
  • Penahanan Manisih dan 2 Anaknya Akhirnya Ditangguhkan
    Nasib baik akhirnya hinggap pada Manisih dan dua anaknya. Setelah sekian lama ditahan karena dituding mencuri 12 kg buah randu, mereka akhirnya bisa pulang ke rumah. Penahanan Minasih sekeluarga ditangguhkan.
  • 3 Pengedar Sabu Ditangkap di Hotel
    Aparat Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya menangkap 3 pengedar sabu-sabu di sebuah hotel di kawasan Jl Taman Pluit Kencana, Jakarta Utara. Dari ketiga tersangka polisi menyita 2.290 gram sabu.

BANNER

Visit Yogyakarta / Jogja

noni01

HIT COUNTER

  • 11,292 KLIK

ARSIP

noni01

 

November 2009
M T W T F S S
« Oct    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30